fin.co.id - Kondisi Pelabuhan Bakauheni Lampung mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua, Sabtu malam 28 Maret 2026. Ratusan kendaraan terpantau memadati kantong-kantong parkir atau buffer zone di dermaga satu hingga tujuh untuk mengantre masuk ke dalam kapal feri.
Pantauan di lokasi sejak pukul 20.00 hingga 21.30 WIB memperlihatkan antrean kendaraan pribadi dan bus yang memenuhi setiap lajur dermaga. Meskipun tidak sepadat pada puncak gelombang pertama, volume kendaraan malam ini terlihat jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Para pemudik tampak sabar menunggu giliran pengecekan tiket sambil beristirahat di sekitar area parkir pelabuhan.
PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi sekitar 25.000 kendaraan akan menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa pada periode puncak ini. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan bahwa lonjakan ini dipicu oleh karakteristik masyarakat yang lebih memilih melakukan perjalanan pada malam hari guna menghindari terik matahari.
Data reservasi tiket menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak sore hari. Tercatat hingga pukul 15.30 WIB, sudah ada 18.536 kendaraan yang melakukan reservasi untuk menyeberang. Angka ini menjadi basis prediksi kuat adanya lonjakan volume kendaraan yang terus mengalir hingga dini hari nanti di Pelabuhan Bakauheni.
Untuk mengantisipasi kepadatan, otoritas pelabuhan terus mempercepat proses pemuatan kendaraan ke dalam dek kapal. Kerja sama antara petugas di lapangan dan kesadaran pemudik untuk datang sesuai jadwal reservasi menjadi kunci kelancaran arus balik di Pelabuhan Bakauheni tahun ini. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik selama menunggu antrean di pelabuhan.