Nasional . 30/03/2026, 10:46 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Menurut Wisnu, kondisi harga acuan dan kurs yang sangat dinamis membuat penyesuaian harga menjadi hal yang tidak terhindarkan.
Kenaikan harga minyak global yang kini menembus 100 dolar AS per barel juga memberi tekanan besar pada anggaran negara.
Setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak diperkirakan dapat menambah beban APBN hingga Rp6,7 triliun.
Meski begitu, pemerintah diperkirakan masih akan menahan kenaikan harga BBM bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Diketahui beberapa negara di Asia Tenggara juga telah menaikkan harga BBM sejak Februari 2026:
Dibandingkan negara-negara tersebut, posisi Indonesia masih tergolong stabil karena pemerintah tetap menjaga harga BBM bersubsidi.
Kenaikan harga BBM non-subsidi yang diprediksi terjadi mulai 1 April 2026 merupakan dampak langsung dari dinamika global.
Meski berpotensi naik hingga 10 persen, kebijakan ini dinilai masih moderat dan sesuai mekanisme pasar. Di sisi lain, pemerintah tetap menjadikan BBM bersubsidi sebagai bantalan utama untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media