Iran Beri Sinyal Hijau, Dua Kapal Tanker Pertamina Bersiap Lintasi Selat Hormuz

news.fin.co.id - 30/03/2026, 08:20 WIB

 Iran Beri Sinyal Hijau, Dua Kapal Tanker Pertamina Bersiap Lintasi Selat Hormuz

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa koordinasi intensif antara KBRI Teheran, Pertamina, dan Kedutaan Besar Iran di Jakarta telah membuahkan hasil. Foto:ANT

fin.co.id - Harapan baru muncul bagi dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang sempat tertahan akibat penutupan Selat Hormuz oleh pemerintah Iran. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa otoritas Iran telah memberikan pertimbangan positif terkait jaminan keamanan bagi kapal Indonesia untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut di tengah memanasnya konflik regional.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa koordinasi intensif antara KBRI Teheran, Pertamina, dan Kedutaan Besar Iran di Jakarta telah membuahkan hasil.

Pemerintah Iran memberikan sinyal positif bagi armada Pertamina Group untuk melanjutkan pelayaran. Meski demikian, Kemlu memastikan akan terus memantau situasi secara ketat demi menjamin keselamatan aset negara tersebut.

"Kedutaan Besar Iran telah menyampaikan pertimbangan positif dari Pemerintah Iran mengenai keamanan perlintasan bagi kapal-kapal milik Pertamina Group di wilayah Selat Hormuz," ujar Yvonne dalam keterangan resminya, Sabtu 28 Maret 2026.

Advertisement

Pihak PT Pertamina International Shipping (PIS) kini tengah mematangkan persiapan teknis untuk proses perlintasan.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyebutkan bahwa dua kapal yang dimaksud, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih berada di posisi aman di kawasan Teluk Arab.

"Saat ini PIS bersama Kementerian Luar Negeri sedang menggodok detail teknis agar Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat berlayar melintasi Selat Hormuz dengan jaminan keamanan penuh," jelas Vega.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini, kondisi seluruh kru dan awak kapal dilaporkan dalam keadaan aman dan terpantau baik.

Langkah Mitigasi dan Diversifikasi Pasokan BBM

Tersendatnya jalur distribusi di Timur Tengah memicu respons cepat dari pemerintah Indonesia untuk menjaga ketahanan energi nasional. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa pemerintah kini tengah menempuh langkah diversifikasi sumber minyak mentah dan BBM dari wilayah di luar Timur Tengah.

Langkah strategis ini merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperluas jangkauan impor guna menghindari ketergantungan pada satu kawasan konflik. Sebagai catatan, pada tahun 2025, Indonesia mengimpor sekitar 135,33 juta barel minyak mentah, di mana 19 persen di antaranya berasal dari Arab Saudi.

Untuk menutupi potensi gangguan pasokan, Indonesia mulai mengoptimalkan kerja sama dengan pemasok dari Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, hingga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Upaya diplomasi dan diversifikasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas stok energi dalam negeri tetap aman meskipun eskalasi politik di Selat Hormuz masih belum menentu.

Advertisement
Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID