Politik . 30/03/2026, 15:21 WIB

Ngaku Diintimidasi Jaksa, Videografer Kasus Korupsi Desa Beberkan Kronologi Lengkap

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu, mengaku mengalami tekanan saat menjalani masa penahanan terkait kasus dugaan korupsi proyek video profil desa di Kabupaten Karo. Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI, Amsal mengaku didatangi seorang jaksa yang diduga mencoba memengaruhi sikapnya selama proses hukum berlangsung.

“Dalam proses hukum yang sedang saya jalani ini, saya pernah mendapatkan intimidasi oleh Jaksa secara langsung yang memberikan saya sekotak brownies cokelat, dengan pesan, dia ngomong langsung kepada saya; di rutan ini, udah ikutin aja alurnya. Gak usah ribut-ribut, tutup konten-konten itu,” kata Amsal di Kompleks Parlemen, Senin, 30 Maret 2026.

Meski demikian, Amsal menegaskan dirinya menolak tekanan tersebut dan memilih tetap memperjuangkan apa yang ia yakini sebagai kebenaran. Ia juga berharap tidak ada lagi pelaku ekonomi kreatif yang mengalami hal serupa.

“Saya bilang: tidak, Pimpinan! Cukup, tidak ada lagi anak muda yang dikriminalisasi di Indonesia. Biarkan, enggak ada lagi Amsal, Amsal lain dikriminalisasi. Biar saya menjadi satu-satunya pekerja ekonomi kreatif yang dikriminalisasi, dan diintimidasi. Biarkan saya yang terakhir, Pimpinan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan mundur meski menghadapi tekanan dari berbagai pihak.

“Ini adalah suara dari kami semua anak-anak muda yang berani tetap bersuara meski mendapatkan tekanan. Saya bilang tidak, saya akan tetap melawan. Walaupun saya tahu, banyak orang bilang kau akan dibenam, kalau kau melawan kau akan dibenam,” tegas Amsal.

“Tapi saya bilang saya gak takut, saya nggak salah,” tandasnya.

Kronologi Kasus

Amsal kemudian menjelaskan awal mula kasus yang menjeratnya. Ia menyebut kejadian ini berakar dari masa pandemi Covid-19, ketika sektor ekonomi kreatif mengalami penurunan drastis akibat pembatasan aktivitas.

Dalam situasi tersebut, ia berinisiatif membuat video profil desa di Kabupaten Karo sebagai peluang kerja baru.

"Jadi karena tidak adanya lagi lapangan pekerjaan itu, Pak, saya punya ide untuk membuat video profil desa di Kabupaten Karo dan saya dan tim membuat proposal yang kami susun dan sebenarnya harganya murah," kata Amsal dalam RDP secara virtual bersama Komisi III DPR RI, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menawarkan jasa tersebut kepada para kepala desa dengan nilai Rp30 juta per proyek. Pada tahun 2020, sekitar 10 hingga 12 desa menyepakati kerja sama tersebut melalui kontrak resmi, termasuk ketentuan revisi hingga tiga kali.

Amsal menegaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara profesional oleh tim yang berpengalaman.

"Kami kerjakan dengan alat yang profesional dan keahlian yang profesional, Pak. Semua kami adalah profesional videografer yang mengerjakan ini," tegasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com