fin.co.id - Pemerintah kembali menggulirkan program bedah rumah melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026. Program ini menargetkan 400.000 rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia untuk direnovasi secara bertahap.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan tahap pertama akan dimulai pada pertengahan April 2026 setelah proses verifikasi penerima selesai dilakukan.
Pada tahap pertama, pemerintah akan langsung mengerjakan 83.000 unit rumah yang telah lolos verifikasi.
“Mulai tanggal 15 April, setelah verifikasi selesai, langsung kita jalankan,” ujar Maruarar saat meninjau lokasi di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (30/3/2026).
Program ini akan terus berlanjut ke tahap berikutnya pada Mei 2026 hingga target nasional 400 ribu rumah tercapai.
Salah satu penerima bantuan adalah Sumiyati (38), warga Tigaraksa, yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Rumahnya:
- Lantai masih berupa tanah
- Atap bocor dan berbahan seng
- Tidak memiliki plafon
- Minim pencahayaan
Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas keluarga. Ia tinggal bersama suami dan empat anaknya di kondisi tersebut.
“Kalau hujan, bocor di mana-mana,” ungkapnya.
Suaminya, Daman, mengaku baru mengetahui kabar bantuan tersebut sekitar seminggu lalu.
Program BSPS ini menyasar masyarakat dalam kategori desil 1 (sangat miskin). Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk memperbaiki rumah mereka agar lebih layak huni.
Di Provinsi Banten sendiri, total alokasi bantuan mencapai 3.322 unit rumah, dengan rincian:
- 2.258 unit di perdesaan
- 540 unit di kawasan pesisir
- 524 unit di perkotaan