fin.co.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR diperkirakan kembali terjadi mulai 1 April 2026. Sejumlah analis memproyeksikan penyesuaian harga berada di kisaran 5 hingga 10 persen, seiring tekanan harga minyak dunia yang terus meningkat.
Ekonom dari Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, menyebut kenaikan ini sebagai hal yang wajar karena harga BBM non-subsidi seperti yang dijual di SPBU swasta Shell, Vivo, dan BP-AKR memang mengikuti mekanisme pasar global.
“Penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi logis dari dinamika harga minyak internasional,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Ketegangan ini berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur vital pengiriman minyak dunia.
Akibatnya, harga BBM non-subsidi di berbagai negara, termasuk Indonesia, ikut terdampak.
Update Harga BBM Shell
Harga BBM di SPBU Shell telah mengalami penyesuaian sejak awal Maret 2026, dengan rincian:
- Shell Super: Rp12.390/liter (sebelumnya Rp12.050)
- Shell V-Power Diesel: Rp14.620/liter (sebelumnya Rp13.600)
Harga BBM Terbaru BP-AKR
SPBU BP-AKR juga melakukan penyesuaian harga BBM sebagai berikut:
- BP 92: Rp12.390/liter (sebelumnya Rp12.050)
- BP Ultimate: Rp12.920/liter (sebelumnya Rp12.500)
- BP Ultimate Diesel: Rp14.620/liter (sebelumnya Rp13.600)
Harga BBM Vivo Energy dan Ketersediaan Stok
Vivo turut menyesuaikan harga BBM, meskipun terdapat catatan terkait ketersediaan produk.
Saat ini, BBM jenis Revvo 90 masih kosong di beberapa SPBU Vivo. Berikut harga terbarunya: