Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina, Shell, hingga VIVO per 31 Maret 2026

news.fin.co.id - 31/03/2026, 09:44 WIB

Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina, Shell, hingga VIVO per 31 Maret 2026

Ilustrasi BBM

fin.co.id - Seluruh badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia kompak melakukan penyesuaian harga produk nonsubsidi per Maret 2026. Hingga hari ini, Selasa (31/3), pantauan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menunjukkan tren kenaikan harga yang masih bertahan sejak awal bulan.

Langkah penyesuaian ini melibatkan raksasa pelat merah PT Pertamina (Persero) serta perusahaan swasta seperti Shell Indonesia, BP-AKR, PT Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation. Kenaikan ini merespons dinamika pasar energi global yang memengaruhi biaya pengadaan bahan bakar di dalam negeri.

Perusahaan penyedia BBM merumuskan harga nonsubsidi dengan mempertimbangkan beberapa indikator ekonomi makro yang krusial. Pemerintah dan badan usaha memantau pergerakan harga minyak mentah rata-rata Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) selama dua bulan terakhir sebagai basis perhitungan.

Selain ICP, penentuan harga juga merujuk pada Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi standar harga produk minyak di kawasan Asia Tenggara. Fluktuasi nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS turut memainkan peran vital. Pelemahan mata uang garuda terhadap greenback secara otomatis menekan biaya impor BBM, sehingga penyesuaian harga di level konsumen menjadi langkah yang tidak terhindarkan bagi pengelola SPBU.

Advertisement

Jika menilik data di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertamina mencatatkan kenaikan yang bervariasi pada lini produk unggulannya. Produk Pertamax (RON 92) yang menjadi pilihan utama banyak pengendara kini bertengger di angka Rp12.300 per liter. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp500 jika kita bandingkan dengan periode Februari 2026 yang hanya Rp11.800 per liter.

Produk ramah lingkungan, Pertamax Green 95, juga tidak luput dari koreksi harga. Per Maret 2026, konsumen harus merogoh kocek Rp12.900 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp12.450 per liter. Sementara itu, varian bensin dengan oktan tertinggi, Pertamax Turbo, kini dibanderol Rp13.100 per liter dari harga semula Rp12.700 per liter.

Sektor mesin diesel juga merasakan dampak serupa. Harga Dexlite melonjak menjadi Rp14.200 per liter, naik signifikan dari posisi Rp13.250 per liter pada bulan lalu. Varian diesel kelas atas, Pertamina Dex, mencatatkan kenaikan tertinggi yakni menjadi Rp14.500 per liter dari harga sebelumnya yang hanya Rp13.500 per liter.

Meski lini nonsubsidi merangkak naik, pemerintah masih mempertahankan harga BBM bersubsidi. Pertalite tetap stabil di angka Rp10.000 per liter dan Solar subsidi di harga Rp6.800 per liter. Kedua harga ini belum mengalami perubahan sejak penyesuaian besar pada 3 September 2022 silam.

Perusahaan swasta seperti Shell, VIVO, dan BP-AKR turut mengerek harga produk mereka untuk tetap kompetitif di pasar. Secara umum, selisih harga antara Pertamina dengan penyedia swasta berada pada rentang yang sangat tipis, yakni berkisar antara Rp90 hingga Rp150 per liter untuk jenis RON 92.

Di SPBU Shell, produk Shell Super kini berada di harga Rp12.390 per liter, terpaut tipis dengan Pertamax. Sementara itu, VIVO melalui produk Revvo 92 mematok harga yang identik dengan Shell. BP-AKR juga menerapkan skema harga yang hampir serupa untuk wilayah Jabodetabek sejak pembaruan per 3 Maret 2026.

Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU (Per 31 Maret 2026)

Berikut adalah rincian harga BBM per liter yang berlaku di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:

Advertisement

PT Pertamina (Persero)

Pertalite (Subsidi): Rp10.000

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.