Intisari Berita:
1. Pemerintah melalui Prasetyo Hadi memastikan belum ada rencana kenaikan harga BBM meski terjadi konflik Iran–Israel.
2. Keputusan ini diambil setelah koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
3. Pemerintah menjamin pasokan BBM tetap aman dan mengimbau masyarakat tidak panik.
fin.co.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah telah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina terkait isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik Iran–Israel.
Ia menjelaskan, pembahasan tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto, yang selalu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan.
"Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden," kata Prasetyo dalam keterangannya, Selasa, 31 Maret 2026.
"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," lanjutnya.
Dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi.
"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," jelasnya.
Pemerintah pun berharap informasi ini dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus meredam kekhawatiran terkait ketersediaan dan harga BBM.
"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," tutupnya.
Anisha Aprilia/Disway