MPR Desak Pemerintah Tarik Pasukan TNI di Lebanon Buntut 3 Prajurit Gugur

news.fin.co.id - 31/03/2026, 18:23 WIB

MPR Desak Pemerintah Tarik Pasukan TNI di Lebanon Buntut 3 Prajurit Gugur

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

fin.co.id - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) meminta pemerintah untuk segera menarik seluruh pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan setelah tiga prajurit TNI tewas akibat serangan Israel. Penarikan pasukan ini sesuai amanat konstitusi untuk melindungi warga negara.

"Sesuai dengan konstitusi yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut karena ini adalah daerah yang membahayakan bagi keselamatan TNI seperti yang terjadi di Lebanon Selatan ini," kata Ketua MPR RI, Ahmad Muzani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

MPR juga mengecam keras serangan Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI. Padahal, kata dia, tiga prajurit itu tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

"Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dengan 732 anggota majelis mengutuk dengan keras tindakan Israel yang sangat biadab terhadap putra-putra terbaik kita yang sedang menjalankan misi perdamaian yang merupakan tugas dan tanggung jawab konstitusi dalam menjaga perdamaian di Lebanon Selatan. Sesuai dengan mandat PBB, mereka bertugas di sana atas mandat Dewan Keamanan PBB," tegas Muzani.

Advertisement

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi bahwa dua prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali gugur dalam ledakan di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan.

"Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur. Sementara, dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Selasa, 31 Maret 2026.

Kemhan hingga kini masih berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh prajurit yang bertugas di Lebanon.

"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL guna memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban," jelas Rico.

Mengenai penyebab ledakan, Rico menekankan bahwa pihak UNIFIL masih melakukan investigasi sesuai mekanisme yang berlaku.

“Hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku,” ucapnya.

Dengan bertambahnya dua korban terbaru, jumlah prajurit TNI yang meninggal akibat insiden di Bani Hayyan menjadi tiga.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID