fin.co.id - Aksi brutal kembali bikin geger warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Seorang pria berinisial TW (54), yang diketahui merupakan penderita stroke, menjadi korban penyiraman air keras saat hendak menunaikan salat subuh. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 dan langsung memicu kekhawatiran di lingkungan sekitar.
Insiden ini terjadi saat suasana masih gelap menjelang subuh. TW berjalan menuju mushala di kawasan tempat tinggalnya. Namun, situasi mendadak berubah mencekam ketika dua orang tak dikenal datang menghampiri menggunakan sepeda motor.
Tanpa banyak interaksi, pelaku langsung melancarkan aksinya. Mereka menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Serangan ini berlangsung cepat dan terkesan sudah direncanakan.
Akibat kejadian tersebut, TW mengalami luka bakar yang cukup serius. Meski dalam kondisi kesakitan, korban sempat kembali ke rumah. Namun, kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Serangan ini memberikan dampak signifikan bagi korban. Luka bakar akibat cairan berbahaya tersebut membuat TW harus menjalani perawatan intensif. Apalagi, kondisi kesehatannya sebelumnya sudah rentan karena riwayat stroke.
Peristiwa ini juga menimbulkan empati dari warga sekitar. Banyak yang merasa prihatin karena korban dikenal sebagai sosok yang rutin beribadah, terutama salat subuh di mushala setempat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. Petugas fokus mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut.
Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat proses pengungkapan kasus yang sudah membuat resah masyarakat.
Kasus penyiraman air keras terhadap pria berinisial TW di Tambun Selatan menjadi alarm serius bagi keamanan lingkungan. Kejadian ini menunjukkan bahwa ancaman bisa muncul kapan saja, bahkan saat menjalankan ibadah.
Polisi kini berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi tersebut. Sementara itu, warga memilih untuk lebih waspada sambil menunggu perkembangan terbaru dari pihak berwenang.