WFH 1 Hari Seminggu Segera Diumumkan, ASN dan Pekerja Swasta Bersiap Sambut Pola Kerja Baru

news.fin.co.id - 31/03/2026, 17:12 WIB

WFH 1 Hari Seminggu Segera Diumumkan, ASN dan Pekerja Swasta Bersiap Sambut Pola Kerja Baru

Tips penting dalam memakai laptop untuk WFH jelang lebaran 2024 agar nyaman dan anti rasa pegal.

fin.co.id - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kebijakan baru terkait pola kerja work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta.

Kebijakan tersebut direncanakan berlaku satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari strategi efisiensi di tengah tantangan ekonomi global.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pengumuman resmi mengenai kebijakan tersebut kemungkinan akan disampaikan dalam waktu dekat oleh pemerintah pusat.

Advertisement

“Sabar saja, saya dengar kemungkinan besar akan disampaikan resmi besok,” ujar Tito kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Namun demikian, Tito belum bersedia membeberkan secara rinci mengenai skema penerapan WFH tersebut. Ia menegaskan tidak ingin mendahului pengumuman resmi dari pemerintah.

Setelah pengumuman resmi dilakukan, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia akan segera mengeluarkan arahan lanjutan kepada pemerintah daerah terkait implementasi kebijakan tersebut.

Hal ini penting agar penerapan WFH dapat berjalan seragam di berbagai daerah, terutama bagi ASN yang bekerja di lingkungan pemerintahan daerah.

Menurut Tito, koordinasi dengan pemerintah daerah akan menjadi kunci agar kebijakan ini dapat diterapkan secara efektif tanpa mengganggu pelayanan publik.

Bagian dari Strategi Efisiensi Anggaran

Rencana penerapan WFH ini muncul di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran nasional.

Sejumlah kebijakan tengah dikaji pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama setelah meningkatnya tekanan global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Situasi memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai berpotensi memicu dampak ekonomi global, termasuk pada sektor energi dan perdagangan internasional.

Advertisement

Dalam konteks tersebut, kebijakan WFH dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi kerja.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah memastikan bahwa kebijakan WFH akan diputuskan pada bulan Maret 2026.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID