fin.co.id - Fenomena langit selalu punya cara untuk bikin orang penasaran. Awal April 2026 jadi momen yang tidak boleh Anda lewatkan, karena langit malam akan dihiasi oleh fenomena Pink Moon. Banyak orang langsung membayangkan bulan berwarna merah muda, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Fenomena ini memang rutin terjadi setiap tahun, tetapi tetap saja menarik perhatian. Selain karena namanya yang unik, Pink Moon juga menyimpan sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui. Jika Anda ingin menikmati langit malam dengan pengalaman berbeda, ini saat yang tepat.
Lalu, apa sebenarnya Pink Moon? Kapan waktu terbaik melihatnya? Dan kenapa bulan ini tidak benar-benar berwarna pink? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Pink Moon Bukan Bulan Berwarna Pink
Banyak orang salah kaprah soal Pink Moon. Nama ini sering membuat orang berpikir bahwa bulan akan berubah menjadi merah muda. Faktanya, bulan tetap terlihat seperti purnama biasa yaitu putih terang atau sedikit kekuningan.
Istilah “pink” ternyata berasal dari budaya masyarakat Amerika Utara. Mereka mengaitkan bulan purnama di bulan April dengan mekarnya bunga liar berwarna pink bernama phlox. Jadi, penamaan ini lebih ke simbol musim semi, bukan perubahan warna bulan secara ilmiah.
Dengan kata lain, Anda tetap akan melihat bulan seperti biasanya, tetapi dengan cerita budaya yang menyertainya.
Fenomena Moon Illusion Bikin Bulan Terlihat Lebih Besar
Salah satu daya tarik utama Pink Moon justru datang dari efek visual yang disebut moon illusion. Saat bulan berada di dekat cakrawala, ukurannya terlihat jauh lebih besar dibandingkan saat berada tinggi di langit.
Padahal, ukuran bulan tidak berubah sama sekali.
Efek ini muncul karena otak manusia membandingkan bulan dengan objek di sekitarnya, seperti pohon, gedung, atau gunung. Akibatnya, bulan tampak dramatis dan lebih besar dari biasanya.
Momen ini sering jadi waktu terbaik untuk berburu foto bulan karena hasilnya terlihat lebih spektakuler.
Punya Banyak Nama Tradisional
Pink Moon tidak hanya dikenal dengan satu nama. Berbagai budaya, terutama masyarakat asli Amerika, memiliki sebutan berbeda untuk fenomena ini.
Beberapa nama lain yang sering digunakan antara lain: