fin.co.id - Fenomena astronomi yang dikenal dengan sebutan Pink Moon atau Bulan Purnama Merah Muda dijadwalkan akan menghiasi langit di seluruh wilayah Indonesia mulai Rabu malam hingga Kamis dini hari. Meskipun menyandang nama yang unik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan penting agar masyarakat tidak terjebak dalam kesalahpahaman mengenai penampakan visual maupun dampaknya bagi bumi.
Profesor astronomi dari BRIN, Thomas Djamaluddin, menegaskan bahwa Pink Moon sebenarnya merupakan fenomena bulan purnama biasa yang terjadi pada bulan April. Istilah "Pink" sendiri tidak merujuk pada perubahan warna bulan menjadi merah muda, melainkan berasal dari tradisi penamaan di Amerika Utara.
Nama tersebut diambil dari mekarnya bunga liar Phlox subulata yang memiliki warna merah muda saat musim semi tiba. Secara visual, bulan tetap akan tampak dengan warna putih kekuningan seperti purnama pada umumnya.
Terkait dampak fisik, Thomas menjelaskan bahwa Pink Moon tidak menimbulkan efek negatif yang signifikan. Satu-satunya dampak alami yang patut diperhatikan adalah peningkatan pasang air laut.
Kondisi ini terjadi karena posisi Bulan, Matahari, dan Bumi berada dalam posisi hampir segaris, sehingga gaya gravitasi gabungan memperkuat tarikan terhadap massa air laut di bumi.
Senada dengan hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi banjir pesisir atau rob pada awal April 2026.
Berdasarkan data tinggi muka air laut dan prediksi pasang surut, fase bulan purnama ini berpotensi menyebabkan pasang maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk kawasan Jakarta. BMKG menekankan bahwa potensi rob ini merupakan fenomena rutin yang umum terjadi setiap fase bulan purnama dan bukan dampak khusus dari penamaan Pink Moon.
Masyarakat di kawasan pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan masuknya air laut ke daratan, namun tidak perlu merasa khawatir berlebihan. Fenomena Pink Moon malam ini tetap menjadi momen menarik bagi para pecinta astronomi untuk mengamati keindahan langit malam, asalkan cuaca mendukung tanpa tertutup awan mendung.