fin.co.id - Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) kembali bergerak naik, Rabu, 1 April 2026, setelah sempat melemah dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com, harga emas Antam tercatat mengalami kenaikan. Saat ini, harga emas berada di level Rp2.902.000 per gram, meningkat dibandingkan posisi sebelumnya di Rp2.827.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau harga jual kembali emas, baik dalam bentuk batangan, kepingan, maupun perhiasan.
"Harga buyback emas pada Rabu ini di level Rp2.587.000 per gram naik dibandingkan harga buyback Selasa di Rp2.477.000 per gram," tulis data tersebut.
Adapun rincian harga emas Antam berdasarkan pecahan adalah sebagai berikut:
- 1 gram: Rp2.902.000
- 5 gram: Rp14.325.000
- 10 gram: Rp28.570.000
- 25 gram: Rp71.260.000
- 50 gram: Rp142.355.000
- 100 gram: Rp284.560.000
- 250 gram: Rp711.090.000
- 500 gram: Rp1.421.900.000
- 1.000 gram: Rp2.842.600.000
Di pasar global, harga emas juga menunjukkan penguatan. Harga emas dunia tercatat naik sekitar 0,7 persen menjadi USD 4.700,41 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga meningkat sebesar 1,1 persen ke level USD 4.729,80.
Head of Global Macro Tastylive, Ilya Spivak, menyebut ekspektasi meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga emas.
"Emas telah stabil selama sekitar seminggu sekarang, dengan reli Jumat lalu sebagai hal yang sangat menonjol. Itu terjadi bersamaan dengan penurunan imbal hasil Treasury yang tampaknya menunjukkan bahwa pasar mulai melihat perang Iran sebagai risiko resesi," tutur Spivak.
Senada, Kepala Global Pasar Institusional ABC Refinery, Nicholas Frappell, menilai pergerakan harga emas dalam sepekan terakhir menunjukkan respons terhadap kondisi oversold, yang berpotensi diikuti pembalikan tren penurunan.
"Namun, ini perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga minggu ini. Mengingat derasnya arus berita utama, volatilitas paling mudah diprediksi," ucap Frappell.
Bianca Khairunnisa/Disway