Kapten Inf Zulmi Gugur di Lebanon Keluarga di Cimahi Menanti Kedatangan Jenazah

news.fin.co.id - 01/04/2026, 11:10 WIB

Kapten Inf Zulmi Gugur di Lebanon Keluarga di Cimahi Menanti Kedatangan Jenazah

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar gugur saat misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Keluarga di Cimahi menanti kepulangan jenazah prajurit Kopassus tersebut.Foto:IG

fin.co.id - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Karangan bunga dari berbagai instansi terus berdatangan memenuhi area rumah duka seiring dengan mengalirnya para pelayat yang ingin menyampaikan belasungkawa.

Prajurit TNI yang berdinas di Grup 2 Kopassus ini dilaporkan gugur saat menjalankan misi perdamaian sebagai bagian dari Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan pada Senin, 30 Maret 2026.

Kapten Zulmi mengembuskan napas terakhir ketika sedang mengawal konvoi kendaraan UNIFIL dalam tugas Sector East Mobile Reserve (SEMR). Ironisnya, prajurit berusia 33 tahun tersebut sebenarnya dijadwalkan akan mengakhiri masa tugasnya dan kembali ke tanah air pada April ini.

Kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena mendiang dikenal sangat rutin menjalin komunikasi dengan pihak keluarga di Indonesia hampir setiap hari sebelum insiden maut itu terjadi.

Advertisement

Pihak keluarga melalui kakak sepupu mendiang, Risman Efendi, menyatakan bahwa saat ini mereka masih menunggu informasi pasti mengenai jadwal pemulangan jenazah dari Lebanon.

Proses evakuasi dan pemulangan memakan waktu karena pemerintah harus mengurus prosedur penerbangan di tengah eskalasi konflik yang sedang meningkat di wilayah tersebut. Pihak keluarga berharap jenazah Kapten Zulmi dapat tiba di rumah duka dalam satu atau dua hari ke depan untuk disemayamkan sejenak sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Berdasarkan rencana pihak keluarga, jenazah Kapten Zulmi nantinya akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung. Sebelum peristiwa tragis ini terjadi, keluarga sempat menyimpan kekhawatiran besar mengingat ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang terus memanas di wilayah penugasan mendiang. Namun, keluarga mengaku telah mengikhlaskan kepergian almarhum yang gugur demi panggilan negara dalam menjaga perdamaian dunia.

Kapten Zulmi meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Komunikasi terakhir almarhum dengan keluarga terjadi sehari sebelum kejadian, di mana ia sempat mengirimkan foto terbarunya.

Kepergian perwira muda ini meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga di Cimahi, tetapi juga bagi institusi TNI yang kehilangan salah satu prajurit terbaiknya di kancah internasional.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID