GEGER! Macan Tutul Terjerat di Permukiman Gunung Mas Bogor, Tim Gabungan Siaga Evakuasi

news.fin.co.id - 03/04/2026, 11:18 WIB

GEGER! Macan Tutul Terjerat di Permukiman Gunung Mas Bogor, Tim Gabungan Siaga Evakuasi

Ilustrasi macan tutul yang terjerat di dekat permukiman warga Puncak Bogor.Foto:Humas Jabar

fin.co.id - Warga Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor dikejutkan dengan penemuan seekor macan tutul yang terjerat di dekat area permukiman pada Jumat, 3 April 2026. Satwa predator tersebut dilaporkan terjebak di lokasi yang tidak jauh dari fasilitas umum, tepatnya di area sekitar Gedung Olahraga (GOR) bulu tangkis setempat. Kejadian ini langsung memicu reaksi cepat dari otoritas konservasi untuk menghindari konflik lebih lanjut antara manusia dan satwa.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Bogor mengonfirmasi telah menerima laporan warga sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas segera berkoordinasi dengan tim ahli untuk memastikan keselamatan warga maupun kondisi kesehatan macan yang terperangkap tersebut.

Proses Evakuasi Libatkan Taman Safari

Mengingat risiko tinggi dalam menangani kucing besar ini, BKSDA tidak bergerak sendiri. Tim gabungan yang terdiri dari Polisi Kehutanan (Polhut) dan tim medis dari Taman Safari Indonesia langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan prosedur evakuasi sesuai standar konservasi.

Advertisement

"Kami sudah meluncur bersama tim Taman Safari setelah menerima laporan dari warga sekitar satu jam yang lalu. Saat ini tim sedang bergerak menuju lokasi untuk memulai proses evakuasi," ujar Dani Hamdani, Petugas Polisi Kehutanan BKSDA wilayah Bogor.

Keterlibatan tim medis sangat krusial guna memastikan metode penanganan, termasuk kemungkinan penggunaan bius jika diperlukan. Petugas berkomitmen menjaga agar proses ini berjalan aman tanpa melukai satwa liar yang dilindungi tersebut.

Diduga Berasal dari Habitat Alami Puncak

Pihak BKSDA menduga kuat bahwa macan tutul tersebut merupakan individu liar yang habitatnya berada di kawasan hutan sekitar Gunung Mas. Dani menegaskan bahwa kemunculan satwa ini bukan berasal dari kepemilikan individu atau peliharaan yang lepas, melainkan bagian dari populasi alami yang masih bertahan di bentang alam Puncak.

Lokasi temuan berada di titik singgung antara hutan dan pemukiman.

Populasi macan tutul Jawa memang tercatat masih menghuni kawasan Gunung Mas.

Tim gabungan akan melakukan identifikasi lebih lanjut mengenai usia dan kondisi fisik satwa setelah berhasil diamankan.

Kemunculan predator ini di wilayah hunian menjadi pengingat penting mengenai keberadaan satwa lindung yang masih aktif di sekitar kawasan Puncak. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya mensterilkan area sekitar lokasi jeratan agar proses pemindahan satwa ke fasilitas observasi berjalan lancar tanpa gangguan kerumunan warga.

Pihak otoritas juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi jeratan demi keselamatan bersama. Rencananya, setelah evakuasi berhasil, macan tutul tersebut akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum ditentukan langkah konservasi selanjutnya, baik rehabilitasi maupun pelepasliaran kembali ke habitat yang lebih aman.

Advertisement
Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID