Nasional . 03/04/2026, 14:24 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Unggahan tersebut menyebut bahwa kesepakatan pembelian jet tempur KAAN ditandatangani oleh Kemenhan dan Turkish Aerospace Industries saat berlangsungnya pameran pertahanan internasional International Defence Industry Fair di Istanbul, Turki.
Meski demikian, pemerintah belum mengonfirmasi secara resmi nilai kontrak tersebut.
Sebelumnya, Kemenhan telah mengumumkan bahwa Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menyaksikan penandatanganan kontrak implementasi antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Turki terkait pengadaan pesawat tempur KAAN.
Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rangkaian acara pameran pertahanan internasional IDEF 2025 di Istanbul pada 26 Juli 2025.
Kontrak tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan government-to-government (G2G) antara kedua negara yang sebelumnya ditandatangani pada 11 Juni 2025.
Kerja sama G2G ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan strategis di bidang pertahanan.
KAAN merupakan pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries sebagai bagian dari program modernisasi militer Turki.
Jet tempur ini dirancang memiliki berbagai kemampuan canggih, antara lain:
teknologi stealth atau kemampuan siluman
sistem radar dan sensor generasi terbaru
kemampuan operasi jaringan perang modern
performa tempur jarak jauh
Pesawat ini diproyeksikan menjadi tulang punggung angkatan udara Turki di masa depan sekaligus bersaing dengan jet tempur generasi kelima lainnya di pasar global.
Kerja sama pengadaan pesawat tempur KAAN tidak hanya berfokus pada pembelian alutsista semata.
Pemerintah Indonesia juga berharap memperoleh peluang dalam pengembangan industri pertahanan dalam negeri melalui kerja sama tersebut.
Program ini berpotensi membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta keterlibatan industri pertahanan nasional dalam proyek pengembangan pesawat tempur.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media