Waspada! BMKG Ungkap Penyebab Fenomena Panas Siang Hujan Sore di Wilayah Jabodetabek

news.fin.co.id - 05/04/2026, 18:07 WIB

Waspada! BMKG Ungkap Penyebab Fenomena Panas Siang Hujan Sore di Wilayah Jabodetabek

BMKG memprakirakan hujan ringan meluas di Indonesia hari ini. Foto: ANTARA.

fin.co.id - Belakangan ini masyarakat di Jakarta dan sekitarnya merasakan fenomena cuaca yang cukup unik. Siang hari terasa sangat panas dan terik, namun menjelang sore hingga malam hari tiba-tiba turun hujan deras.

Fenomena tersebut ternyata bukan hal yang aneh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan proses atmosfer yang umum terjadi pada masa pelestarian musim.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Agie Wandala Putra , mengatakan perubahan cuaca tersebut dipicu oleh pemanasan permukaan yang cukup kuat sejak pagi hingga siang hari.

Advertisement

“Kondisi hujan yang terjadi pada awal April ini umumnya dipengaruhi oleh pemanasan permukaan yang kuat pada pagi hingga siang hari sehingga memicu naiknya massa udara ke atmosfer,” ujar Agie dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/4/2026).

Menurut BMKG, suhu udara yang panas pada siang hari menyebabkan udara di permukaan bumi menjadi lebih ringan dan naik ke atmosfer.

Proses ini kemudian memicu terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan.

Selain faktor pemanasan permukaan, terdapat beberapa kondisi atmosfer lain yang ikut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Jabodetabek .

Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Kelembapan udara yang relatif tinggi

  • Tingkat kelabilan atmosfer yang mendukung

  • Indeks konvektif yang cukup kuat

Kombinasi faktor-faktor ini membuat awan hujan mudah berkembang dan berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Selain kondisi lokal di permukaan bumi, BMKG juga mencatat adanya pengaruh dinamika atmosfer dalam skala regional.

Salah satunya adalah aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang terpantau aktif di wilayah Jabodetabek sejak akhir Maret hingga awal April.

Advertisement

Fenomena ini diketahui dapat meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan.

Hanya itu, BMKG juga mencatat adanya pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di wilayah Sumatera .

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID