El Nino “Godzilla” Datang Lagi! Pemerintah Klaim Sudah Kebal Sejak 2015

news.fin.co.id - 06/04/2026, 17:06 WIB

El Nino “Godzilla” Datang Lagi! Pemerintah Klaim Sudah Kebal Sejak 2015

Ilustrasi prakiraan curah hujan BMKG yang menunjukkan wilayah Indonesia dengan warna cokelat tua sebagai tanda kekeringan ekstrem.Foto:Unsplash

fin.co.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang kerap disebut “Godzilla”. Ia menilai kondisi saat ini masih lebih terkendali dibandingkan situasi pada 2015 silam.

“Katanya kering enam bulan, oke. Tapi sepertinya masih lebih tinggi El Nino yang dulu, (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman, (tahun) 2015, 2023, 2024,” kata Amran dalam kunjungan ke Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip dari keterangan, Senin, 6 April 2026.

Amran menjelaskan, dengan proyeksi musim kemarau selama enam bulan, pemerintah memperkirakan ketersediaan pangan nasional tetap aman hingga sekitar 11 bulan ke depan. Perhitungan tersebut berasal dari akumulasi stok beras yang ada saat ini, baik di gudang Bulog, sektor swasta, maupun potensi panen yang sedang dan akan berlangsung dalam waktu dekat.

“Sebelas bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman,” ucap Amran.

Advertisement

Ia merinci, cadangan beras di gudang Bulog saat ini mencapai 4,5 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton dalam 20 hari mendatang. Selain itu, sektor swasta, khususnya perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka), memiliki stok sekitar 12,5 juta ton. Ditambah lagi, potensi hasil panen dari tanaman yang sudah memasuki fase produksi (standing crop) diperkirakan mencapai 11 juta ton.

Lebih lanjut, melalui sejumlah kebijakan seperti program pompanisasi guna mengantisipasi penurunan produksi akibat suhu panas sejak April 2026, pemerintah memperkirakan adanya tambahan panen sekitar 2 juta ton per bulan. Dengan demikian, total tambahan stok beras bisa mencapai 12 juta ton.

Dengan berbagai sumber tersebut, Amran optimistis ketersediaan beras nasional tetap terjaga, bahkan hingga melampaui 11 bulan atau sampai memasuki masa panen raya pada 2027.

“Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2027,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga terus memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) sebagai langkah antisipasi menghadapi El Nino.

Berdasarkan data per 2 April 2026, stok CPP meliputi beras sebanyak 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, gula pasir 49 ribu ton, serta minyak goreng 121 ribu kiloliter. Selain itu, tersedia pula daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, daging ayam 39 ton, dan telur ayam 17 ton.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID