Para pakar politik internasional kini mulai memantau setiap gerak-gerik Ju-ae sebagai calon pemimpin masa depan yang mungkin akan mengendalikan senjata nuklir.
Fokus saat ini tertuju pada bagaimana ia akan diterima oleh lingkaran dalam Partai Buruh Korea Utara dalam beberapa tahun ke depan.
Meskipun masih belia, kehadiran Kim Ju-ae di garis depan militer menunjukkan Korea Utara tidak sedang mencari pemimpin administratif.
Melainkan seorang "Panglima Tertinggi" baru yang siap melanjutkan garis keras kebijakan ayahnya.