MISTERI Kematian WNI di Melbourne: Eva Lasrini TEWAS DIBUNUH Sebelum Bertemu 2 Putrinya di Bali

news.fin.co.id - 06/04/2026, 17:22 WIB

MISTERI Kematian WNI di Melbourne: Eva Lasrini TEWAS DIBUNUH Sebelum Bertemu 2 Putrinya di Bali

MISTERI Kematian WNI di Melbourne, Eva Lasrini TEWAS DIBUNUH Sebelum Bertemu 2 Putrinya di Bali

Fin.co.id - Harapan besar Eva Lasrini (53) untuk kembali ke pelukan putri-putrinya di Indonesia hancur seketika. Seharusnya, minggu ini menjadi momen penuh tawa di Bali, tempat Eva berencana merayakan keberhasilan bisnis salon rambut milik anak-anaknya.

Namun, takdir berkata lain. Eva ditemukan tak bernyawa di kawasan Little River, Melbourne, pada Sabtu (04/04/2026).

Pihak kepolisian Victoria telah mendakwa Allan Keys (67), seorang pria yang diidentifikasi sebagai mantan pasangan korban, atas dugaan pembunuhan.

Advertisement

Keys ditangkap secara dramatis di Bandara Melbourne saat mencoba melarikan diri menggunakan penerbangan internasional pada Kamis sore, tepat di hari yang sama saat Eva dilaporkan hilang.

"Ibuku memiliki hati yang begitu indah dan polos. Aku sangat berharap bisa menata rambutnya saat kami bertemu kembali, tapi kini aku hanya bisa menangisi kepergiannya." — Adeline, Putri Eva Lasrini.

Setelah penangkapan di bandara, Allan Keys langsung dihadapkan ke Pengadilan Hakim Melbourne pada Sabtu malam.

Jaksa penuntut meyakini Keys sengaja menghabisi nyawa Eva sebelum jenazahnya dibuang di dekat Princes Freeway dan Little River Road.

Keys kini berada dalam tahanan tanpa jaminan dan dijadwalkan akan kembali menjalani persidangan pada 10 Agustus 2026.

Kasus ini mengguncang komunitas WNI di Australia, mengingat Eva dikenal sebagai sosok yang sedang berusaha keras membangun hidup baru dan baru saja lolos dari trauma kekerasan dalam hubungan sebelumnya.

Kenangan 'Gengster' Memasak

Di mata sahabat-sahabatnya di Melbourne, Eva Lasrini adalah lambang keceriaan. Meski kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas saat pertama kali tiba, ia memiliki semangat luar biasa untuk berbaur dengan budaya Australia.

Teman-teman dekatnya, Marcia Harley dan Leonie Greenbury, mengenang Eva sebagai wanita "polos" yang menyebut lingkaran pertemanan mereka sebagai "gangster".

Advertisement

Kebiasaan unik Eva yang tidak bisa makan tanpa rasa pedas menjadi kenangan yang tak terlupakan.

"Dia selalu mengeluarkan sekantong cabai dari tasnya untuk dituang ke makanannya, tidak peduli apa pun menunya," kenang Marcia Harley sambil tersenyum pahit.

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID