TUMBANG! Bandar Narkoba Andre ‘The Doctor’ Fernando DITANGKAP, 2 Kaki DIDOR

news.fin.co.id - 06/04/2026, 21:03 WIB

TUMBANG! Bandar Narkoba Andre ‘The Doctor’ Fernando DITANGKAP, 2 Kaki DIDOR

TUMBANG! Bandar Narkoba Andre ‘The Doctor’ Fernando DITANGKAP, 2 Kaki DIDOR--dok.istimewa

Fin.co.id - Pelarian Andre Fernando alias Charlie, bandar narkoba kelas kakap yang dijuluki 'The Doctor', berakhir tragis di tangan tim gabungan Bareskrim Polri. Buronan paling dicari ini berhasil diekstradisi dari Malaysia ke Indonesia pada Senin malam (6/4/2026). Ia tiba di Gedung Bareskrim Polri dengan kondisi kedua kaki terbalut perban setelah ditembak polisi.

Andre Fernando diringkus di kawasan Penang, Malaysia, pada Minggu (5/4). Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bareskrim Polri dengan Divisi Hubinter Polri.

Setibanya di Gedung Bareskrim Jakarta sekitar pukul 19.26 WIB, pria bertubuh gempal ini tampak tak berdaya di atas kursi roda dengan tangan terikat.

Tindakan tegas diambil polisi karena tersangka mencoba melawan atau melarikan diri saat proses penangkapan di luar negeri, yang mengakibatkan kedua betisnya harus ditembus timah panas.

Advertisement

"Pada hari Minggu, tanggal 5 April 2026, DPO atas nama Andre Fernando alias Charlie alias The Doctor berhasil ditangkap tim gabungan di Penang, Malaysia," tegas Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi.

Pemasok Sabu & Jaringan Ko Erwin

'The Doctor' bukanlah pemain baru. Ia merupakan otak di balik pasokan narkotika jenis sabu untuk bandar Ko Erwin, sebuah kasus besar yang sempat mengguncang institusi kepolisian karena menyeret nama mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, serta mantan Kasatresnarkoba AKP Malaungi.

Catatan kepolisian menunjukkan bahwa pada Januari 2026 saja, Andre telah melakukan dua transaksi besar dengan Ko Erwin di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB):

  • Transaksi pertama: Penjualan 2 kg sabu senilai Rp 400 juta.
  • Transaksi kedua: Penjualan 3 kg sabu senilai Rp 400 juta.

Sebagai distributor utama, Andre dikenal memiliki metode penyelundupan yang sangat rapi untuk mengelabui petugas kargo dan jalur darat.

Ia memanfaatkan kreativitas yang menyimpang untuk memastikan barang haram tersebut sampai ke tangan pemesan.

Menurut Brigjen Eko Hadi, komoditas yang dijual Andre tidak hanya terbatas pada sabu kristal, tetapi juga merambah ke tren narkotika baru yang berbahaya.

"Ko Andre atau 'The Doctor' menyediakan berbagai jenis, mulai dari sabu, vape yang mengandung etomidate (merek Ferrari dan Lamborghini), hingga happy water. Pengiriman sabu sering kali disamarkan dengan cara dimasukkan ke dalam boneka lalu dibungkus kotak kado yang rapi," papar Eko.

Advertisement

Metode distribusi yang digunakan Andre tergolong rapi dan terorganisir. Barang haram dikirim melalui jalur:

  • Kargo udara dengan penyamaran dalam boneka
  • Jalur laut melalui wilayah Riau
  • Pengemasan dalam kotak hadiah untuk menghindari deteksi

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID