Imbas Perang Iran vs AS, Harga Plastik Naik 100%, Industri Air Minum Kemasan Ancang-Ancang Naikan Harga Jual

news.fin.co.id - 07/04/2026, 22:04 WIB

Imbas Perang Iran vs AS, Harga Plastik Naik 100%, Industri Air Minum Kemasan Ancang-Ancang Naikan Harga Jual

Air Minum Dalam Kemasan ( AMDK )

fin.co.id - Industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia tengah menghadapi tekanan besar akibat melonjaknya harga bahan baku kemasan plastik.

Kenaikan ini dipicu oleh gejolak geopolitik global, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.

Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Amdatara) mencatat bahwa harga material kemasan berbasis plastik melonjak hingga 100 persen di sejumlah wilayah Indonesia.

Advertisement

Lonjakan tersebut dilaporkan oleh berbagai pelaku usaha AMDK yang kini harus menghadapi kenaikan biaya produksi secara drastis.

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo, mengatakan kenaikan harga bahan baku kemasan yang mencapai dua kali lipat bukan lagi sekadar fluktuasi pasar biasa.

Menurutnya, kondisi ini merupakan tekanan struktural yang langsung memengaruhi daya tahan industri air minum dalam kemasan di tanah air.

“Kenaikan harga bahan baku kemasan yang mencapai dua kali lipat ini tidak lagi bisa dianggap sebagai fluktuasi biasa. Ini merupakan tekanan struktural yang secara langsung memukul daya tahan industri,” ujar Karyanto dalam keterangannya.

Para pelaku industri saat ini berupaya keras untuk menjaga agar harga jual produk AMDK tetap terjangkau bagi masyarakat.

Namun, tekanan biaya produksi yang terus meningkat membuat situasi menjadi semakin sulit, terutama bagi produsen berskala kecil dan menengah.

Lonjakan Harga Energi Jadi Penyebab Utama

Karyanto menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik sangat berkaitan erat dengan lonjakan harga energi global.

Sebagian besar plastik yang digunakan dalam kemasan berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak mentah dan gas alam.

Advertisement

Diperkirakan lebih dari 99 persen produksi plastik global berbasis bahan bakar fosil. Ketika harga minyak dunia naik, biaya produksi plastik pun otomatis ikut meningkat.

Dalam beberapa waktu terakhir, konflik geopolitik di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga minyak mentah serta gangguan rantai pasok energi global.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID