fin.co.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel berhasil mengalahkan salah satu pejabat militer paling penting Iran.
Dalam serangan udara terbaru, Israel menyatakan telah membunuh Majid Khademi yang menjabat sebagai kepala intelijen di tubuh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Kematian Khademi melaporkan terjadi dalam operasi udara yang dilancarkan Israel terhadap sasaran militer Iran. Pihak Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi dari “musuh Amerika–Zionis”.
Tak lama setelah kabar tersebut beredar, Israel kemudian mengkonfirmasi bahwa memang ada yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang pejabat tinggi Iran yang tewas dalam serangkaian serangan udara yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Pihak IRGC dalam pernyataan resminya juga mengizinkan kabar kematian Khademi.
Dalam keterangan tersebut, IRGC menyatakan bahwa Khademi telah “gugur sebagai syuhada” dalam serangan musuh.
Kematian tokoh intelijen penting ini dianggap sebagai pukulan besar bagi struktur keamanan Iran.
Selama beberapa tahun terakhir, Israel memang dikenal aktif menargetkan elite militer dan intelijen Iran, khususnya mereka yang berada dalam struktur strategi IRGC.
Serangan terhadap figur-figur kunci ini diyakini sebagai bagian dari strategi Israel untuk mencakup kemampuan militer dan intelijen Iran.
Sosok Penting dalam Struktur Keamanan Iran
Menurut laporan dari BBC , Khademi merupakan salah satu tokoh penting dalam struktur keamanan Iran.
Ia diketahui mulai memimpin badan intelijen IRGC pada tahun 2025 setelah pendahulunya juga tewas dalam serangan Israel.
Karier Khademi dikenal cukup panjang di bidang kecerdasan dan kontra-spionase.