Ekonomi . 07/04/2026, 21:14 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Di sisi domestik, rapuhnya fondasi ekonomi Indonesia turut memperparah keadaan. Desain subsidi energi berbasis komoditas kembali dikritik.
Karena dinilai tidak tepat sasaran dan menjadi beban berat bagi APBN di tengah meroketnya harga minyak dunia.
“Skema subsidi energi yang belum tepat sasaran menjadi sorotan di tengah lonjakan harga minyak global,” ujar Ibrahim Assuaibi.
Kenaikan harga minyak yang melampaui asumsi dasar APBN dianggap sebagai pukulan telak bagi kesehatan fiskal nasional.
Dengan ketergantungan yang masih tinggi terhadap impor BBM, ruang fiskal pemerintah Indonesia saat ini dinilai semakin terbatas untuk meredam gejolak ekonomi.
Sehingga stabilitas kini sepenuhnya bertumpu pada langkah-langkah intervensi Bank Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media