SKANDAL Pak Lurah & Bu Lurah SELINGKUH: Digerebek Keluarga, Babak Belur, Masuk Rumah Sakit

news.fin.co.id - 07/04/2026, 23:32 WIB

SKANDAL Pak Lurah & Bu Lurah SELINGKUH: Digerebek Keluarga, Babak Belur, Masuk Rumah Sakit

SKANDAL Pak Lurah & Bu Lurah SELINGKUH, Digerebek Keluarga, Babak Belur, Masuk Rumah Sakit--Ilustrasi

Fin.co.id - Publik Kota Kupang pada Jumat dini hari (3/4/2026) geger. Ini setelah Lurah Tode Kisar berinisial RT (57) dan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Fontein berinisial LA (43) diduga berselingkuh.

Pihak keluarga yang marah mengamuk. Akibatnya, 2 lurah tersebut mengalami luka serius. Peristiwa tragis ini bermula saat RT kepergok berada di rumah LA di Jalan Ukitau, Kelurahan Liliba hingga larut malam.

Dugaan adanya hubungan istimewa antara keduanya membuat suami LA dan anggota keluarganya marah besar.

Meskipun keduanya telah memiliki keluarga masing-masing, kehadiran RT di rumah LA memicu penggerebekan yang berakhir pada aksi pengeroyokan massal.

Advertisement

Beruntung, nyawa kedua korban berhasil diselamatkan oleh tim patroli Raimas Ditsamapta Polda NTT yang dipimpin oleh Aipda Dickson Hermanus Lay.

Petugas yang menerima laporan penganiayaan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian perkara (TKP) untuk meredam amarah massa dan mengevakuasi korban.

Saat ditemukan, kondisi RT dan LA sudah sangat memprihatinkan. Keduanya mengalami luka-luka di sekujur tubuh.

Petugas segera melarikan kedua lurah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi pasti dan mengumpulkan bukti-bukti terkait keterlibatan para pelaku penganiayaan.

“Benar ada kasus penganiayaan terhadap dua orang yang saat ini ditangani oleh Polda NTT. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Candra.

Pihak kepolisian saat ini tengah menunggu kondisi kesehatan korban stabil sebelum meminta keterangan resmi.

Sanksi Disiplin Menanti

Aksi tidak terpuji yang melibatkan oknum ASN ini langsung mendapat perhatian serius dari pucuk pimpinan Kota Kupang.

Advertisement

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan dirinya telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) serta Kepala BKPPD untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dua lurah tersebut.

Wali kota menekankan kode etik ASN tidak memberikan toleransi terhadap perbuatan yang mencoreng nama baik instansi.

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID