Nasional . 08/04/2026, 05:05 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Langkah pengadaan kendaraan listrik ini diklaim sebagai upaya pemerintah untuk menyelaraskan program Makan Bergizi Gratis dengan visi ramah lingkungan (elektrifikasi kendaraan).
Namun, pengawasan ketat dari Kemenkeu menunjukkan bahwa efisiensi anggaran tetap menjadi harga mati agar dana negara benar-benar sampai ke piring masyarakat dalam bentuk makanan bergizi.
Menkeu Purbaya menambahkan bahwa jika program ini dikelola dengan model bisnis yang tepat, keuntungan yang ada seharusnya sudah cukup memadai tanpa harus membebani APBN dengan pengadaan fasilitas non-prioritas yang masif.
Pihaknya akan memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas negara memiliki dampak langsung pada perbaikan gizi nasional.
Kini, publik menanti hasil pengecekan ulang yang dijanjikan Menkeu.
Apakah pesanan 21.801 unit motor listrik tersebut akan tetap disetujui, atau justru akan dipangkas demi mengoptimalkan kualitas menu makanan dalam program MBG?
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media