HEBOH! Pelukis Betawi Tembus Panggung Dunia, Ketua DPRD DKI Terkesima Karya Sarnadi Adam

news.fin.co.id - 08/04/2026, 16:36 WIB

HEBOH! Pelukis Betawi Tembus Panggung Dunia, Ketua DPRD DKI Terkesima Karya Sarnadi Adam

Pameran tunggal pelukis Betawi, Sarnadi Adam, resmi dibuka, Selasa, 7 April 2026. Foto: Dok Pribadi

fin.co.id - Upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada nilai budaya kembali ditegaskan melalui sebuah perhelatan seni. Pameran tunggal pelukis Betawi, Sarnadi Adam, resmi dibuka, Selasa, 7 April 2026, menghadirkan karya-karya yang merefleksikan kehidupan, nilai, serta kearifan lokal masyarakat Betawi.

Pameran ini berlangsung di Bumi Pakubuwono pada 1–27 April 2026 dengan tema “Dari Betawi untuk Jakarta Kota Global & Berbudaya”. Tema tersebut menggambarkan perjalanan budaya yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Lewat gaya lukisannya yang khas, Sarnadi menampilkan kembali potret Betawi—mulai dari aktivitas sehari-hari, tradisi, hingga nilai filosofis—yang menjadi dasar penting dalam membentuk identitas Jakarta di tingkat internasional. Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan kebanggaan sekaligus apresiasi atas karya yang dipamerkan, serta menyoroti minimnya pelukis dari kalangan Betawi.

Advertisement

“Jarang orang Betawi jadi pelukis. Biasanya masyarakat Betawi dikenal religius dan dekat dengan kegiatan keagamaan. Namun, Bang Sarnadi menghadirkan sesuatu yang berbeda, dan itu luar biasa,” ujar Khoirudin dikutip, Rabu, 8 April 2026.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak boleh mengesampingkan budaya lokal. Menurutnya, budaya Betawi harus tetap menjadi fondasi utama dalam memperkuat jati diri kota.

“Jakarta yang kita bangun menjadi kota global tidak boleh meninggalkan budaya. Budaya Betawi harus menjadi penguat identitas,” katanya.

Lebih lanjut, Khoirudin menyatakan komitmennya untuk mendorong percepatan regulasi terkait pemajuan budaya Betawi melalui program legislasi daerah (kepemperda), sebagai langkah menjaga kelestarian budaya di tengah arus globalisasi.

Ia juga mengungkapkan rencana untuk memfasilitasi pameran lanjutan di Gedung DPRD DKI Jakarta tanpa biaya pada peringatan hari jadi Jakarta, sebagai bentuk dukungan terhadap seniman Betawi.

Sementara itu, Sarnadi menjelaskan bahwa inspirasi karyanya berasal dari keindahan alam serta kehidupan Betawi masa lampau yang menurutnya perlu terus didokumentasikan.

“Lukisan menjadi media untuk menuangkan berbagai sisi keindahan kehidupan masyarakat Betawi agar tidak dilupakan generasi mendatang,” ujarnya.

Beragam karya yang ditampilkan menggambarkan elemen khas Betawi, seperti delman, penari tradisional, lanskap persawahan, serta ragam budaya lainnya. Penggunaan warna-warna cerah seperti merah, hijau, dan kuning menjadi ciri visual yang menonjol dalam lukisan-lukisan tersebut.

Sarnadi turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Ketua DPRD DKI dalam pembukaan pamerannya.

Advertisement

“Saya sangat berterima kasih kepada Ketua DPRD DKI yang telah berkenan hadir membuka pameran tunggal saya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan rencana ke depan, termasuk menggelar pameran di Gedung DPRD DKI Jakarta, bertepatan dengan HUT DKI, serta mengikuti pameran internasional di Tokyo, Jepang, pada September 2026.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID