Nasib Whoosh di Ujung Tanduk: Pemerintah Kaji Opsi Kemenkeu Ambil Alih KCIC

news.fin.co.id - 08/04/2026, 08:49 WIB

Nasib Whoosh di Ujung Tanduk: Pemerintah Kaji Opsi Kemenkeu Ambil Alih KCIC

Rangkaian Kereta Cepat Whoosh saat melintas di jalur Jakarta-Bandung di tengah pembahasan opsi pengambilalihan oleh Kemenkeu.Foto:IST

fin.co.id – Arsitektur pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) berpotensi mengalami perombakan besar-besaran. Pemerintah kini tengah menseriusi opsi pengambilalihan konsorsium pengelola Kereta Cepat Whoosh tersebut oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) guna menyudahi berbagai persoalan yang melilit proyek strategis nasional Jakarta-Bandung tersebut.

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang juga menjabat Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan sinyal kuat mengenai pembahasan skema tersebut. Meski belum bersifat final, ia optimistis keputusan mengenai arah baru pengelolaan Whoosh akan menemui titik terang dalam waktu dekat.

"Ini sedang kita bahas, insyaallah mudah-mudahan sebentar lagi selesai. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan perbarui karena kalau sekarang belum final takut ramai lagi," ujar Dony saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 7 April 2026.

Penuntasan Masalah dalam Dua Bulan

Advertisement

Pemerintah mematok target maksimal dua bulan untuk merampungkan seluruh opsi penyelesaian masalah KCIC. Dony menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengembalikan porsi kerja masing-masing perusahaan pelat merah yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sesuai dengan kompetensi intinya.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah memfokuskan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali ke bisnis utamanya sebagai kontraktor. Saat ini, PSBI memegang 60 persen saham di KCIC, sementara 40 persen sisanya masih menjadi milik konsorsium perusahaan asal China.

"Kita mau sekali selesai tuntas semua. Kita kembalikan ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ, kita akan fokuskan ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan," tegas Dony.

Kemenkeu Klaim Sudah Capai Keputusan Bulat

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan yang mengindikasikan bahwa arah kebijakan pemerintah sebenarnya sudah mengerucut. Meski masih menutup rapat detail teknisnya, Purbaya mengonfirmasi bahwa koordinasi dengan pihak Danantara telah membuahkan hasil.

"Rapatnya sudah putus. Semua sudah selesai, tinggal formalitas, tapi saya belum bisa umumkan karena bukan saya sendiri yang terlibat," ungkap Purbaya. Ia memastikan bahwa kejelasan mengenai struktur manajemen dan pengelolaan Whoosh ke depan sudah berada pada tahap final.

Purbaya menekankan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan segera setelah seluruh aspek administrasi kenegaraan terpenuhi. Publik kini menanti apakah pengalihan ke Kemenkeu akan menjadi solusi jitu untuk menyehatkan finansial proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut atau justru melahirkan tantangan baru bagi fiskal negara.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID