Internasional . 09/04/2026, 17:39 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Presiden AS, Donald Trump, juga sebelumnya menyampaikan bahwa konflik di Lebanon merupakan persoalan terpisah yang berkaitan dengan kelompok Hezbollah.
Menurut Trump, kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya hanya berfokus pada konflik langsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Ia menegaskan bahwa Washington tidak pernah menjanjikan penghentian konflik di Lebanon sebagai bagian dari perjanjian tersebut.
“Yang kami katakan adalah gencatan senjata difokuskan pada Iran serta sekutu Amerika seperti Israel dan negara-negara Arab Teluk,” ujar Trump.
Dengan perbedaan interpretasi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mengenai cakupan gencatan senjata, masa depan kesepakatan damai tersebut kini berada dalam ketidakpastian.
Jika serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut, Iran mengancam akan menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata yang baru saja disepakati.
Situasi ini dikhawatirkan dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah, terutama jika ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat semakin meningkat.
Para pengamat geopolitik menilai perkembangan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah kawasan Timur Tengah menuju perdamaian atau justru kembali terjerumus ke dalam konflik besar. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media