Pembelian Motor Listrik BGN Gunakan Anggaran Lama, Tahun Ini Dihentikan

news.fin.co.id - 09/04/2026, 13:23 WIB

Pembelian Motor Listrik BGN Gunakan Anggaran Lama, Tahun Ini Dihentikan

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa,

fin.co.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pengadaan 25 ribu unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) berasal dari alokasi anggaran tahun sebelumnya, bukan dari anggaran berjalan saat ini.

"Dia (Kepala BGN Dadan Hindayana) bilang itu emang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat terlanjur keluar itu," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 8 April 2026.

Ia menegaskan, untuk tahun ini tidak ada lagi pengadaan motor listrik baru dalam program BGN.

"Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi, nggak ada pembelian motor listrik baru, untuk program," ungkapnya.

Advertisement

Realisasi pengadaan motor listrik hingga saat ini tercatat baru mencapai sekitar 21.600 unit dari target awal 24.400 unit. Menanggapi isu penolakan tambahan pengadaan, Purbaya menjelaskan bahwa sisa unit yang belum masuk ke Indonesia tidak akan dilanjutkan.

"Kan sebagian udah keluar, sisanya ya ditolak. Jadi dibatasilah, bukan ditolak," ujar Purbaya.

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa rencana pembelian motor listrik tersebut memang telah dimasukkan dalam anggaran tahun 2025.

Ia menyebut realisasi pengadaan tidak mencapai target penuh. Dari rencana 24.400 unit, hanya sekitar 21.800 unit yang berhasil direalisasikan dan telah tercatat dalam anggaran tersebut.

"Ya motor listrik kan sudah ada dalam perencanaan 2025, masuk dalam anggaran 2025 dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," kata Dadan.

Dadan juga mengklaim bahwa pembelian dilakukan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Ia menyebut harga pasar sekitar Rp52 juta per unit, sementara BGN memperoleh dengan harga sekitar Rp42 juta.

"Harga pasaran 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah 42 juta di bawah harga pasaran," tegasnya.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID