fin.co.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait temuan ketidaksesuaian antara klasifikasi usia (rating) dengan konten aktual pada sejumlah gim di platform Steam. Langkah ini diambil guna mencegah kebingungan orangtua dalam mengawasi konsumsi konten digital anak.
Investigasi tersebut mencakup evaluasi terhadap mekanisme klasifikasi pada platform milik Valve Corporation tersebut hingga ke sisi pengembang (game developer) sebagai sumber konten. Upaya ini bertujuan memetakan akar persoalan, mulai dari proses produksi, penilaian mandiri, hingga distribusi ke masyarakat.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa klasifikasi usia bukan sekadar label, melainkan instrumen krusial dalam perlindungan konsumen, terutama anak-anak dan remaja.
"Tujuan utama penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah memberi pegangan yang jelas bagi orangtua agar anak bermain sesuai usianya," ujar Sonny di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (9/4/2026).
Sebagai langkah mitigasi cepat, pihak Steam dilaporkan telah menurunkan (take down) daftar rating gim yang dinilai bermasalah tersebut. Tindakan preventif ini dilakukan sembari proses klarifikasi dan pendalaman sistem klasifikasi terus berjalan antara pemerintah dan pihak platform.
Sonny menjelaskan, hadirnya regulasi klasifikasi gim merupakan pencapaian penting setelah melalui proses panjang sejak 2014. Perlindungan ini kini diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2024.
"Setelah penantian 10 tahun, kita akhirnya memiliki regulasi yang memberikan kepastian bagi konsumen dan industri. Indonesia kini memiliki standar perlindungan warga negara yang sejajar dengan negara-negara lain," tegasnya.
Penerapan IGRS ini juga sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini diharapkan menjadi standar konkret bagi keluarga Indonesia dalam memilih produk digital yang aman.
Pemerintah mengimbau para orangtua untuk tetap jeli memperhatikan label usia pada setiap gim yang diunduh. Hingga kini, komunikasi intensif antara Kemkomdigi dan Steam masih terus dilakukan guna memastikan seluruh konten yang beredar di Indonesia patuh terhadap standar klasifikasi nasional.