Konflik Timur Tengah Dongkrak Biaya Penerbangan Haji 2026, Prabowo: Jemaah Tak Perlu Bayar Tambahan

news.fin.co.id - 10/04/2026, 07:32 WIB

Konflik Timur Tengah Dongkrak Biaya Penerbangan Haji 2026, Prabowo: Jemaah Tak Perlu Bayar Tambahan

Ilustrasi pesawat maskapai haji Indonesia bersiap di bandara di tengah isu kenaikan biaya penerbangan akibat konflik regional.Foto:IST

fin.co.id - Eskalasi konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor penerbangan dunia, termasuk pelaksanaan ibadah haji 2026. Pemerintah Indonesia mengakui adanya lonjakan biaya operasional pesawat, namun Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa beban tambahan tersebut tidak boleh menyasar kantong jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa persiapan pemberangkatan tetap berjalan sesuai jadwal meskipun situasi geopolitik sedang dinamis. Pemerintah menjadwalkan kelompok terbang (kloter) pertama akan mulai bertolak menuju Tanah Suci pada 22 April mendatang.

"Sampai dengan detik ini kita sudah matang akan memberangkatkan jemaah mulai tanggal 22 April kloter pertama," ujar Dahnil Anzar saat memberikan keterangan, Jumat, 10 April 2026.

Subsidi Negara untuk Kenaikan Tiket

Advertisement

Merespons kenaikan harga avtur dan perubahan rute penerbangan yang lebih jauh akibat konflik, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada kementerian terkait. Kepala Negara melarang keras adanya pungutan tambahan kepada jemaah haji yang sudah melunasi biaya perjalanan mereka.

Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah bersama instansi terkait sedang merumuskan skema pembiayaan alternatif. Sumber pendanaan kemungkinan besar akan mengandalkan pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta optimalisasi nilai manfaat dari dana yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Langkah proteksi ini diambil agar masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah tanpa terganggu oleh ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh ketegangan militer di wilayah Arab.

Jaminan Logistik dari Kerajaan Arab Saudi

Selain persoalan tiket pesawat, kekhawatiran mengenai ketersediaan kebutuhan pokok di Arab Saudi juga menjadi perhatian serius. Dahnil memastikan pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk menjamin kenyamanan jemaah asal Indonesia.

Beberapa poin krusial yang dijamin oleh otoritas Saudi meliputi:

Pasokan Pangan: Stok makanan untuk jemaah selama musim haji dipastikan melimpah dan aman dari gangguan distribusi.

Ketahanan Energi: Ketersediaan listrik dan bahan bakar di kawasan maktab tetap terjaga sepenuhnya.

Akses Air Bersih: Suplai air untuk kebutuhan ibadah dan konsumsi harian dijamin mencukupi hingga tiga bulan ke depan.

Advertisement

Pemerintah Arab Saudi memberikan garansi bahwa penyelenggaraan haji tahun ini tetap akan berlangsung aman dan nyaman. Dahnil mengajak seluruh calon jemaah untuk tetap tenang dan fokus menyiapkan fisik serta mental untuk beribadah di Tanah Suci.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID