fin.co.id - Fenomena penyalahgunaan narkotika melalui modus baru, termasuk dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape), kian mengancam kualitas sumber daya manusia dan produktivitas nasional. Merespons hal tersebut, CEO Gyokai Indonesia Kompeten, Teguh Imam Pambudi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Indonesia.
Teguh menilai, adaptasi peredaran zat psikoaktif baru (New Psychoactive Substances/NPS) yang kini menyasar tren gaya hidup modern merupakan tantangan serius bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Kami mengapresiasi langkah pemerintah melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 yang telah memasukkan etomidate sebagai narkotika golongan II. Kebijakan ini adalah bentuk komitmen negara dalam mengantisipasi modus-modus baru yang menyasar lintas kalangan, terutama generasi muda," ujar Teguh dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (10/4/2026).
Menurut Teguh, ancaman ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan publik, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi sektor ketenagakerjaan. Penggunaan narkoba di lingkungan kerja berisiko menurunkan produktivitas, memperbesar risiko kecelakaan kerja, hingga melemahkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global.
"Upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi. Menjaga generasi produktif dari ancaman narkoba adalah bagian krusial dalam mewujudkan pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan," tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Gyokai Indonesia Kompeten mengajak masyarakat, khususnya para pekerja dan generasi muda, untuk aktif memerangi penyalahgunaan narkotika dengan beberapa poin utama:
• Menghindari segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan tidak menggunakan vape sebagai media konsumsi zat terlarang.
• Meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus baru peredaran gelap narkoba.
• Membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif secara mandiri.
• Mendukung penuh program pencegahan dan pemberantasan obat-obatan terlarang di lingkungan masing-masing.
Selain edukasi, Teguh juga mendorong pemerintah untuk memperkuat regulasi serta pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran produk vape. "Pengawasan ini penting guna menutup celah potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat luas di masa depan," tandasnya.