Ekonomi . 10/04/2026, 16:45 WIB

Stop Impor Gula Rafinasi Jadi Harga Mati, DPR Sebut Biang Kerok Masalah Pangan

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Admin

Arahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, sangat sejalan dengan aspirasi ini.

Industri gula harus menjadi tulang punggung ekonomi rakyat, bukan malah memanjakan para importir melalui fasilitas negara.

"Kita butuh regulasi supaya ke depannya industri gula ini dapat menjadi tulang punggung juga bagi para petani kita," ujar Dony.

"Tidak lagi mereka menanam tapi harga jualnya tidak menguntungkan bagi mereka," tambahnya.

Untuk memastikan langkah ini berjalan efektif, Komisi VI telah mengambil tindakan konkret.

Mereka telah menyepakati pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus.

Panja ini bertugas mengawasi secara ketat seluruh rantai distribusi gula.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penggunaan gula rafinasi tetap pada jalurnya yang semestinya, yaitu murni untuk kebutuhan pengolahan industri.

Dengan demikian, rembesan gula rafinasi menjadi gula kristal putih di pasar tradisional dapat dicegah secara tuntas.

Semua pihak berharap, langkah-langkah ini akan segera membuahkan hasil positif bagi petani tebu dan kedaulatan pangan Indonesia. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com