HNW Serukan Persatuan Umat Islam untuk Lindungi Masjid Al Aqsha dari Ancaman

news.fin.co.id - 11/04/2026, 15:54 WIB

HNW Serukan Persatuan Umat Islam untuk Lindungi Masjid Al Aqsha dari Ancaman

Anggota Komisi VIII DPR, Hidayat Nur Wahid.

fin.co.id - Wakil Ketua MPR RI M Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat persatuan dalam upaya menjaga keselamatan dan keberlangsungan Masjid Al Aqsha sebagai warisan budaya yang telah diakui UNESCO.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, HNW mengecam keras tindakan Israel yang dinilai terus melakukan pelanggaran terhadap hak beribadah umat Islam di kawasan tersebut, termasuk penerapan kebijakan yang dianggap diskriminatif.

"Sikap double standard Israel ini wajib ditolak secara keras, membangkitkan umat untuk bersatu sesudah menyampaikan kutukan dengan melakukan kewajiban para pihak dan keseluruhan umat Islam, sesuai dengan kemampuan dan kewenangan serta tanggung jawabnya untuk menyelamatkan dan menjaga Masjid Al Aqsha," kata HNW dikutip dari Antara, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menilai kebijakan yang membatasi akses ibadah umat Islam, terutama pada bulan Ramadhan hingga pertengahan Syawal, merupakan bentuk ketidakadilan. Di sisi lain, aktivitas ibadah kelompok lain di area yang sama justru difasilitasi.

Advertisement

"Kejahatan Zionis Israel yang bila dibiarkan akan menghancurkan masjid dan menggantinya dengan kuil Sulaiman,” ujarnya.

HNW juga menyoroti tindakan aparat keamanan Israel yang dinilai memberikan perlakuan berbeda, termasuk membatasi jumlah dan waktu ibadah umat Islam, namun memberikan keleluasaan bagi kelompok lain.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan situasi yang serius dan membutuhkan respons nyata dari umat Islam serta para pemimpin negara-negara Islam.

"Sikap radikal Israel seharusnya bisa menyadarkan bahwa persoalan ini bukan lagi persoalan yang main-main, melainkan persoalan yang serius dan nyata, sehingga wajib direspons dan dicegah dengan langkah bersama yang efektif dan konkret," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembatasan ibadah tidak hanya berdampak pada pelaksanaan salat wajib, tetapi juga kegiatan keagamaan lain seperti tarawih, Jumat, hingga Idul Fitri.

Selain itu, HNW juga menyinggung pembatasan terhadap umat Kristiani di kawasan Kota Tua Yerusalem, yang menurutnya memperlihatkan adanya diskriminasi terhadap kelompok agama tertentu.

"Ini menunjukkan bagaimana Israel berperilaku jahat dan diskriminatif terhadap umat beragama Islam dan Kristen, tapi dengan tetap melindungi umat Yahudi," ujarnya.

HNW berharap pihak-pihak terkait, termasuk otoritas pengelola Masjid Al Aqsha di Yordania serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dapat mengambil langkah konkret untuk melindungi tempat suci tersebut.

Ia juga mendorong para pemimpin negara-negara Islam untuk lebih serius dalam merespons situasi ini, agar upaya perlindungan terhadap Masjid Al Aqsha tidak berhenti pada pernyataan semata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID