Lebaran Betawi 2026 Jadi Simbol Pelestarian Budaya dan Persatuan Warga Jakarta

news.fin.co.id - 11/04/2026, 22:23 WIB

Lebaran Betawi 2026 Jadi Simbol Pelestarian Budaya dan Persatuan Warga Jakarta

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo, menegaskan bahwa perayaan Lebaran Betawi bukan sekadar tradisi pasca-Idul Fitri, melainkan simbol penting dalam menjaga kelestarian nilai budaya Betawi di tengah pesatnya modernisasi Jakarta. Foto: Dok Pribadi

fin.co.id – Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo, menegaskan bahwa perayaan Lebaran Betawi bukan sekadar tradisi pasca-Idul Fitri, melainkan simbol penting dalam menjaga kelestarian nilai budaya Betawi di tengah pesatnya modernisasi Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri perhelatan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Sabtu, 11 April 2026. Menurutnya, tradisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mempertahankan identitas budaya Betawi sebagai ruh ibu kota.

“Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua, serta gotong royong harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Fauzi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Foke itu juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Ia menyoroti tradisi “antaran” sebagai simbol penghormatan kepada yang lebih tua yang sarat nilai adab dalam kehidupan masyarakat Betawi.

Advertisement

Mengusung tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global”, kegiatan ini dinilai sejalan dengan upaya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

“Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga persatuan. Betawi bersatu, Jakarta maju. Insyaallah Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam merawat budaya lokal.

Menurutnya, tradisi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan sosial masyarakat.

“Lebaran Betawi mengingatkan kita pada nilai saling memaafkan, berkunjung ke keluarga, hingga tradisi nyorog yang menjadi sarana menanamkan adab serta mempererat hubungan antargenerasi,” ujar Pramono.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendukung pelaksanaan Lebaran Betawi sebagai agenda budaya berkelanjutan, dengan Lapangan Banteng sebagai salah satu lokasi ikonik penyelenggaraan.

Lebih lanjut, Pramono juga menyinggung capaian Jakarta dalam menjaga stabilitas sosial. Ia menyebut ibu kota kini termasuk kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara, yang tidak terlepas dari peran masyarakat dalam menjaga kerukunan.

“Capaian ini tidak lepas dari kebersamaan, kerukunan, dan persatuan warga Jakarta,” katanya.

Perhelatan Lebaran Betawi 2026 pun kembali menjadi momentum silaturahmi lintas elemen masyarakat sekaligus wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID