Misi Artemis II Berakhir, Kapsul Orion Mendarat Selamat di Samudra Pasifik

news.fin.co.id - 11/04/2026, 12:37 WIB

Misi Artemis II Berakhir, Kapsul Orion Mendarat Selamat di Samudra Pasifik

Kapsul Orion misi Artemis II saat mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego. (NASA)

fin.co.id -  Kapsul Orion milik misi Artemis II mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada Jumat, 10 April 2026, waktu setempat. Pendaratan ini menandai berakhirnya pelayaran manusia pertama ke Bulan dalam lebih dari setengah abad, sekaligus membuka jalan pembangunan pangkalan permanen di satelit alami Bumi tersebut.

Kapsul bernama Integrity tersebut membawa empat astronot yakni Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Christina Koch, dan astronot asal Kanada, Jeremy Hansen. Keempatnya keluar dari kapsul dalam kondisi sehat setelah menjalani misi selama hampir 10 hari yang memecahkan berbagai rekor antariksa.

"Kita telah kembali dalam bisnis pengiriman astronot ke Bulan dan membawa mereka pulang dengan selamat. Ini hanyalah awal," ujar Administrator NASA, Jared Isaacman, di atas kapal pemulihan USS John P. Murtha, melansir dari Associated Press NASA.

Misi Artemis II mencatatkan sejarah baru dengan mencapai jarak terjauh yang pernah diarungi manusia dari Bumi, yakni 406.771 kilometer, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Apollo 13. Selain itu, komposisi kru kali ini merefleksikan perubahan sosial. Christina Koch menjadi wanita pertama yang terbang ke Bulan, sementara Victor Glover merupakan astronot kulit hitam pertama, dan Jeremy Hansen menjadi warga negara non-Amerika Serikat pertama dalam misi serupa.

Advertisement

Selama terbang lintas (flyby), kru mendokumentasikan sisi jauh Bulan yang belum pernah dilihat langsung oleh mata manusia serta fenomena gerhana matahari total dari ruang angkasa.

Meski berakhir sukses, misi ini bukan tanpa kendala. Kapsul Orion sempat mengalami masalah katup pada sistem air minum dan propelan. Selain itu, sistem toilet juga dilaporkan mengalami malfungsi selama penerbangan.

Namun, hal tersebut dianggap sebagai bagian dari risiko uji coba. "Kita tidak bisa mengeksplorasi lebih dalam tanpa melakukan pengorbanan dan mengambil risiko. Semuanya sepadan," kata Christina Koch.

Menuju Artemis III

Keberhasilan Artemis II menjadi pijakan lanjutan bagi misi Artemis III yang dijadwalkan berlangsung dua tahun mendatang untuk melakukan pendaratan manusia di permukaan Bulan. Selanjutnya, NASA menargetkan pendaratan di kutub selatan Bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV sebagai bagian dari rencana pembangunan pangkalan jangka panjang.

Proses kepulangan Artemis II sendiri berlangsung dramatis. Kapsul menembus atmosfer pada kecepatan Mach 33 atau 33 kali kecepatan suara. Ketegangan sempat menyelimuti Pusat Pengendali Misi saat kapsul memasuki fase pemutusan komunikasi selama enam menit akibat gesekan atmosfer yang menghasilkan plasma panas, sebelum akhirnya parasut mengembang dan mendarat sempurna di air (splashdown).

Misi ini juga mendapatkan apresiasi luas dari para pemimpin dunia, mulai dari Presiden AS Donald Trump hingga Raja Inggris Charles III, yang memandang pencapaian ini sebagai simbol kolaborasi kemanusiaan di ambang perbatasan baru antariksa.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.