Internasional . 12/04/2026, 13:18 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang digelar di Islamabad, Pakistan, dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa pembicaraan tersebut berakhir tanpa hasil karena tuntutan yang diajukan Washington dinilai tidak realistis.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (12/4/2026), menandai kebuntuan baru dalam upaya diplomasi di tengah konflik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah.
Kegagalan negosiasi ini memperlihatkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang, sementara ketegangan geopolitik antara kedua negara terus meningkat.
Media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan bahwa delegasi Iran telah berusaha maksimal selama proses negosiasi berlangsung.
Menurut laporan tersebut, perundingan dilakukan secara intensif dan berlangsung maraton hingga lebih dari 21 jam.
“Delegasi Iran bernegosiasi secara terus-menerus dan intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasional rakyat Iran, namun tuntutan tidak masuk akal dari pihak Amerika menghalangi kemajuan negosiasi,” tulis IRIB melalui kanal Telegramnya.
Iran juga menyatakan bahwa berbagai inisiatif dan usulan kompromi telah diajukan selama proses pembicaraan. Namun, pihak Amerika Serikat dinilai tidak memberikan respons yang konstruktif terhadap proposal tersebut.
Akibatnya, perundingan tingkat tinggi yang diharapkan dapat membuka jalan menuju perdamaian justru berakhir tanpa kesepakatan apa pun.
Menurut sejumlah laporan diplomatik, ada dua isu utama yang menjadi titik paling sulit dalam negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Washington menuntut agar Iran menghentikan pengembangan teknologi nuklir yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media