Internasional . 12/04/2026, 13:18 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Namun, Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk tujuan sipil dan energi.
Perbedaan pandangan ini telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara dan kembali menjadi isu utama dalam perundingan di Islamabad.
Isu lain yang menjadi perdebatan adalah terkait kontrol jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Selat ini merupakan jalur vital perdagangan energi global karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati wilayah tersebut.
Iran disebut ingin mempertahankan pengaruh strategisnya di jalur tersebut, sementara Amerika Serikat dan sekutunya menuntut jaminan keamanan pelayaran internasional.
Sementara itu, pihak Amerika Serikat memiliki pandangan berbeda terkait kegagalan negosiasi tersebut.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa Washington telah menawarkan proposal terbaik kepada Iran.
Menurutnya, pemerintah Amerika Serikat telah menyampaikan solusi yang dianggap paling realistis untuk mengakhiri konflik.
“Kami meninggalkan tempat ini dengan proposal yang sangat sederhana, tawaran terbaik dan terakhir kami. Kita lihat apakah Iran akan menerimanya,” ujar Vance kepada wartawan.
Namun, ia juga mengaku belum melihat komitmen tegas dari Iran terkait penghentian pengembangan senjata nuklir.
Di sisi lain, pemerintah Iran tetap menunjukkan sikap skeptis terhadap Amerika Serikat.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pengalaman diplomasi sebelumnya membuat Teheran sulit mempercayai Washington.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media