Lagi! Anggaran BGN Disorot, Pengadaan Tablet Rp17,9 Juta per Unit Dinilai Aneh: Harga Pasaran Jauh Lebih Murah!

news.fin.co.id - 12/04/2026, 13:46 WIB

Lagi! Anggaran BGN Disorot, Pengadaan Tablet Rp17,9 Juta per Unit Dinilai Aneh: Harga Pasaran Jauh Lebih Murah!

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. - Hasyim -

Dalam rincian anggaran yang beredar, beberapa alokasi dana besar meliputi:

  • Rp1,2 triliun untuk pengadaan kendaraan listrik

  • Rp830,1 miliar untuk pengadaan perangkat keras seperti tablet

  • Rp242,8 miliar untuk sektor makanan

Perbandingan tersebut memicu kritik karena dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama program MBG yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Harga Tablet Jadi Sorotan

Advertisement

Selain pengadaan kaos kaki, perhatian publik juga tertuju pada pembelian perangkat elektronik oleh BGN.

Dalam dokumen anggaran disebutkan bahwa BGN mengalokasikan dana sekitar Rp508,4 miliar untuk pembelian tablet Samsung Galaxy Tab Active 5.

Harga yang tercantum dalam e-katalog pemerintah untuk perangkat tersebut sekitar Rp17,93 juta per unit.

Namun sejumlah pengamat mencatat bahwa harga pasaran perangkat yang sama di pasar komersial berada pada kisaran Rp9 juta hingga Rp12 juta per unit.

Selisih harga ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai mekanisme pengadaan serta efisiensi penggunaan anggaran negara.

Program MBG merupakan salah satu program nasional yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan pemenuhan gizi.

Karena itu, berbagai pihak menilai penting adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran yang digunakan untuk menjalankan program tersebut.

Para pengamat kebijakan publik menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan lebih rinci terkait struktur belanja agar masyarakat dapat memahami alasan di balik berbagai pengadaan yang dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan tanggapan resmi tambahan mengenai selisih harga perangkat elektronik maupun rincian lebih lanjut terkait pengadaan perlengkapan operasional yang bernilai besar.

Publik pun masih menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai urgensi pengadaan tersebut serta bagaimana alokasi anggaran tersebut dapat mendukung keberhasilan program MBG.

Ke depan, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran dinilai menjadi kunci penting agar program nasional seperti MBG dapat berjalan efektif sekaligus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. (*)

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID