Pendakian Berujung Petaka: Balita 1,5 Tahun Alami Hipotermia di Puncak Gunung Ungaran

news.fin.co.id - 13/04/2026, 12:37 WIB

Pendakian Berujung Petaka: Balita 1,5 Tahun Alami Hipotermia di Puncak Gunung Ungaran

Petugas SAR saat mengevakuasi balita yang mengalami hipotermia dengan menyelimutinya menggunakan kain darurat (emergency blanket) di Puncak Bondolan.Foto:IG@sarsemarang

fin.co.id – Sebuah video singkat yang memperlihatkan proses evakuasi dramatis seorang balita di tengah cuaca ekstrem Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi viral di media sosial. Balita perempuan berusia 1,5 tahun tersebut dilaporkan mengalami penurunan suhu tubuh drastis atau hipotermia saat berada di Puncak Bondolan.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu 11 April 2026 ini melibatkan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan balita berinisial L. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga tersebut melakukan pendakian dan berhasil mencapai area puncak pada siang hari sebelum cuaca berubah menjadi sangat tidak bersahabat.

Kronologi dan Penanganan Tim SAR

Keluarga tersebut tiba di Puncak Bondolan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, cuaca di kawasan Gunung Ungaran tiba-tiba memburuk dengan intensitas hujan yang sangat deras. Kondisi lingkungan yang basah dan angin kencang menyebabkan suhu tubuh balita L merosot tajam.

Advertisement

Dalam rekaman video yang beredar luas, balita tersebut tampak menangis histeris akibat kondisi fisiknya yang melemah. Beruntung, tim SAR yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dengan menyelimuti korban menggunakan emergency blanket untuk menjaga suhu tubuhnya. Petugas kemudian menggendong balita tersebut turun menuju basecamp guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa balita malang itu kini sudah berada di rumah dalam keadaan selamat.

"Balita sudah turun dari Basecamp Perantunan dan dibawa pulang oleh orang tuanya. Kondisinya selamat," ujar Bergas dalam keterangannya, Senin 13 April 2026.

Peringatan Bagi Pendaki

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pegiat alam bebas mengenai risiko membawa balita atau anak-anak dalam kegiatan pendakian, terutama di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi. BPBD menghimbau para pendaki untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG sebelum memulai perjalanan.

Hipotermia pada balita jauh lebih berbahaya dibandingkan orang dewasa karena kemampuan pengaturan suhu tubuh anak yang belum sempurna. Penurunan suhu tubuh yang tidak segera tertangani di ketinggian gunung dapat berakibat fatal bagi keselamatan jiwa anak.

Pemerintah daerah dan pengelola jalur pendakian Gunung Ungaran diharapkan memperketat pengawasan terhadap pendaki yang membawa anak di bawah umur, terutama saat memasuki musim penghujan. Keselamatan anggota keluarga harus menjadi pertimbangan utama di atas ambisi mencapai puncak gunung.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID