Internasional . 15/04/2026, 19:01 WIB

China Peringatkan AS soal Blokade Selat Hormuz: Jangan Campuri Hubungan Dagang Beijing–Teheran

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah China memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencampuri hubungan bilateral Beijing dengan Iran.

Peringatan tersebut muncul setelah Washington menerapkan blokade maritim di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu arteri perdagangan energi paling penting di dunia.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan China Dong Jun, yang menegaskan bahwa hubungan perdagangan dan energi antara Beijing dan Teheran merupakan urusan bilateral yang tidak boleh diintervensi pihak lain.

“Kami memiliki perjanjian dagang dan energi dengan Iran; kami berharap pihak lain untuk tidak ikut campur dalam urusan kami,” kata Dong Jun seperti dikutip sejumlah media internasional.

Bagi China, Selat Hormuz memiliki arti strategis yang sangat besar. Jalur laut ini menjadi pintu utama distribusi energi dari kawasan Teluk Persia menuju Asia.

Menurut data perdagangan energi, hampir 40 persen impor minyak China melewati Selat Hormuz. Selain itu, sekitar 30 persen kebutuhan gas alam cair (LNG) negara tersebut juga berasal dari jalur pelayaran tersebut.

Karena itu, Beijing secara konsisten mendorong stabilitas keamanan di kawasan Teluk Persia agar distribusi energi global tidak terganggu.

China juga terus menyerukan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran demi menjaga jalur perdagangan internasional tetap terbuka.

Sejumlah analis geopolitik menilai bahwa kebijakan blokade yang diberlakukan Washington kemungkinan besar ditujukan kepada kapal-kapal yang melakukan transaksi energi dengan Iran menggunakan mata uang China, yakni yuan.

Transaksi semacam itu dinilai Washington sebagai tantangan terhadap sistem petrodolar, yang selama puluhan tahun menjadi dasar perdagangan energi global.

Selain itu, Amerika Serikat juga menilai pembayaran tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap sanksi ekonomi yang dijatuhkan terhadap Iran.

Langkah ini menambah kompleksitas konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama dalam konteks rivalitas ekonomi antara Amerika Serikat dan China.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China kembali menegaskan bahwa Beijing mendukung upaya gencatan senjata sebagai solusi untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Menurut juru bicara kementerian tersebut, Guo Jiakun, stabilitas maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz hanya dapat terjamin jika konflik di kawasan segera dihentikan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com