fin.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang mencatat pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut mencapai 5,67 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 5 persen.
Kepala BPS Kabupaten Tangerang, Husin Maulana, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan signifikan pada produksi barang dan jasa di wilayah tersebut.
"Kenaikan sebesar 5,67 persen ini tergolong tinggi dibandingkan daerah lain. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan produktivitas yang dihasilkan di Kabupaten Tangerang," ujar Husin, Rabu (15/2/2026).
Husin menjelaskan, struktur ekonomi Kabupaten Tangerang masih didominasi oleh sektor manufaktur. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor industri yang menggerakkan sepertiga roda perekonomian di wilayah penyangga Jakarta tersebut.
Berdasarkan data BPS, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) pada tahun 2025 mencapai Rp 120,46 triliun. Peningkatan juga tercermin pada pendapatan rata-rata penduduk.
PDRB per kapita atas dasar harga berlaku (ADHB) Kabupaten Tangerang tahun 2025 tercatat sebesar Rp 58,17 juta, meningkat dari tahun 2024 yang sebesar Rp 54,73 juta.
Meski menunjukkan performa impresif, BPS memberikan catatan terkait tantangan ekonomi di masa depan. Untuk tahun 2026, laju pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bisa menyentuh angka 5,95 persen, bahkan berpotensi menembus 6 persen jika stabilitas global terjaga.
Namun, Husin mengingatkan adanya faktor eksternal berupa konflik geopolitik global yang dapat membayangi laju pertumbuhan ke depan.
"Jika situasi tetap kondusif, saya optimistis bisa tembus 6 persen tahun depan. Namun, kita tetap harus waspada terhadap konflik geopolitik beberapa bulan terakhir yang mungkin membuat pertumbuhan cenderung stabil atau tidak setinggi tahun 2025," jelasnya.