Internasional . 16/04/2026, 09:03 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pilar kedua dari MDCP adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia militer melalui program pendidikan dan pelatihan.
Program International Military Education and Training (IMET) menjadi salah satu fokus utama kerja sama tersebut.
Program ini memungkinkan perwira TNI untuk:
mengikuti pendidikan militer profesional di Amerika Serikat
mendapatkan pelatihan khusus bagi pasukan elite
meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan strategi militer modern
Program IMET selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pendidikan militer internasional yang banyak diminati oleh perwira dari berbagai negara.
Kerja sama juga mencakup perluasan latihan militer gabungan yang lebih kompleks.
Salah satu latihan terbesar yang menjadi bagian dari kerja sama ini adalah Super Garuda Shield, latihan militer multinasional yang digelar secara rutin di Indonesia.
Latihan ini kini tidak hanya melibatkan matra darat, laut, dan udara, tetapi juga mencakup domain baru seperti:
pertahanan siber
operasi antariksa
interoperabilitas militer multinasional
Perluasan latihan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan koordinasi militer lintas negara di kawasan Indo-Pasifik.
Di tengah penguatan kerja sama tersebut, muncul sorotan terkait wacana akses lintas udara militer Amerika Serikat di wilayah Indonesia.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, mengatakan pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah terkait isu tersebut.
Menurutnya, DPR baru mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan media.
“Kami di DPR, khususnya Komisi I, baru mengetahui dari media sosial dan media massa. Kami menunggu keterangan resmi dari pemerintah,” ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media