Fin.co.id – Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) terus jadi sorotan. Data terbaru dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengungkap lembaga ini menandatangani 12 paket kontrak untuk pengadaan sikat dan semir sepatu, dengan total nilai Rp1.600.000.000.
Temuan ini menjadi polemik karena nilai kontrak per paket dinilai sangat tinggi untuk ukuran alat perawatan sepatu.
Salah satu paket terbesar dengan tajuk kegiatan "Semir" menyentuh angka Rp610,2 juta. Sementara pengadaan sikat semir mencapai Rp158,6 juta. Kedua kontrak besar tersebut dimenangkan oleh vendor yang sama, yakni PT Gajah Mitra Paragon.
Harga Rekanan Jauh di Atas Harga Pasar
Kejanggalan semakin mencuat saat dilakukan perbandingan harga antara katalog rekanan BGN dengan harga ritel di pasaran.
Dalam situs Inaproc, satu unit semir bermerek tertentu dijual oleh vendor rekanan seharga Rp54.999 hingga Rp56.000. Sementara itu, harga sikat sepatu dibanderol Rp50.000 per unit.
Padahal, penelusuran di berbagai lokapasar (marketplace) menunjukkan bahwa satu paket semir beserta sikat dengan merek yang identik hanya dijual sekitar Rp18.999.
Selisih harga yang sangat mencolok ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efisiensi penggunaan uang negara di tubuh BGN.
"Setiap penggunaan anggaran negara di lingkungan BGN telah melalui mekanisme perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam keterangan tertulisnya (13/04/2026).
Dari Motor Triliunan Rupiah Hingga EO
Anggaran semir sepatu hanyalah "puncak gunung es" dari deretan pengadaan barang di BGN yang dianggap fantastis oleh publik.
Selain alat kebersihan kaki, BGN juga mencatatkan beberapa proyek dengan angka yang mencengangkan, antara lain:
- Pengadaan Motor Operasional: Lebih dari 25 ribu unit senilai Rp1,2 triliun untuk kepala dapur MBG.
- Perangkat Komputer: Alokasi sebesar Rp830 miliar.
- Jasa Event Organizer (EO): Mencapai Rp113,9 miliar.
- Kaus Kaki: Menghabiskan dana Rp6,9 miliar.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala BGN belum memberikan respons mendetail terkait alasan spesifik di balik tingginya harga satuan sikat dan semir sepatu tersebut dibandingkan harga pasar.