Menkeu Pastikan RI Tolak Bantuan IMF, Sebut Bantalan APBN Tembus 420 Triliun

news.fin.co.id - 17/04/2026, 09:46 WIB

Menkeu Pastikan RI Tolak Bantuan IMF, Sebut Bantalan APBN Tembus 420 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers mengenai posisi fiskal Indonesia pasca pertemuan dengan IMF di Washington DC.Foto:IG@kemenkeu

fin.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan bahwa nasional tidak memerlukan bantuan pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF). Meski ketidakpastian global terus menghantui, posisi fiskal Indonesia diklaim masih dalam kondisi sangat aman.

Pernyataan tersebut meluncur usai Purbaya melakukan pertemuan bilateral dengan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, di Washington DC. Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa IMF hanya menawarkan fasilitas bantuan dana bagi negara yang mengalami krisis, namun Indonesia justru menunjukkan performa yang berbanding terbalik.

"Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan bantuan karena anggaran kita cukup baik. Kita masih memiliki bantalan yang cukup besar, yakni Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai 420 triliun," tegas Purbaya dalam pernyataan resminya.

Resep Ketahanan Ekonomi Nasional

Purbaya mengungkapkan bahwa pihak IMF sempat merasa heran melihat daya tahan ekonomi Indonesia yang tetap kokoh di tengah gejolak dunia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia melakukan perombakan kebijakan strategis sejak akhir tahun lalu yang kini mulai membuahkan hasil nyata.

Pemerintah berhasil memacu percepatan ekonomi domestik sehingga mampu meredam dampak negatif dari fluktuasi harga minyak mentah dunia. Transformasi kebijakan ini menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk tetap stabil meski dihantam badai ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik geopolitik.

"Saya jelaskan bahwa kita sudah mengubah kebijakan dan dampaknya sudah jelas. Ekonomi kita sedang mengalami percepatan ketika muncul guncangan ketidakpastian global, terutama terkait harga minyak yang tinggi," imbuh Menkeu.

Waspada Dampak Perang Global

Advertisement

Meskipun fondasi domestik tergolong kuat, Purbaya tidak menampik bahwa tantangan eksternal masih akan sangat berat. Berdasarkan informasi dari IMF, tensi tinggi di kancah global diprediksi bertahan dalam waktu lama, terutama akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kondisi perang tersebut menciptakan risiko yang sulit terukur bagi pasar internasional. Namun, dengan kepemilikan cadangan SAL sebesar 420 triliun, pemerintah yakin APBN mampu menjadi "shock absorber" atau penyerap benturan jika terjadi lonjakan harga komoditas atau pelemahan nilai tukar secara mendadak.

Upaya pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa Indonesia memiliki kemandirian finansial yang kuat dan tidak bergantung pada utang darurat dari lembaga internasional.

Lina
Lina
Penulis

FIN BIro Jogja