fin.co.id - Wacana besar soal masa depan keamanan Eropa kini mulai bergeser. Sejumlah negara anggota NATO dikabarkan tengah menyusun skenario pertahanan tanpa keterlibatan Amerika Serikat.
Laporan dari The Wall Street Journal yang dikutip berbagai sumber menyebutkan bahwa pembahasan ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah masuk tahap perencanaan awal sebagai langkah antisipasi
Selama ini, Amerika Serikat dikenal sebagai tulang punggung kekuatan militer NATO.
Namun, situasi mulai berubah setelah sikap Presiden Donald Trump yang kembali mempertanyakan komitmen negaranya dalam menjaga keamanan Eropa.
Beberapa faktor yang memicu kekhawatiran:
-
Pernyataan Trump soal kemungkinan menarik AS dari NATO
-
Ketegangan dengan sekutu Eropa
-
Perbedaan sikap terkait konflik global, termasuk Iran
-
Isu geopolitik seperti Greenland dengan Denmark
Kondisi ini membuat negara-negara Eropa mulai berpikir realistis: bagaimana jika AS benar-benar mundur?
Dalam skenario yang sedang dibahas, negara-negara Eropa akan:
-
Mengambil peran lebih besar dalam struktur komando NATO
-
Meningkatkan kekuatan militer mandiri
-
Menggantikan dukungan logistik dan teknologi dari AS
Tujuan utamanya adalah:
-
Menjaga daya tangkal terhadap Rusia
-
Memastikan operasi NATO tetap berjalan normal
-
Menghindari kekosongan kekuatan militer di kawasan Eropa
Jerman Berubah Arah, Jadi Kunci Utama
Perubahan paling signifikan datang dari Jerman.
Di bawah kepemimpinan Kanselir Friedrich Merz, Berlin mulai menunjukkan sikap baru.