fin.co.id – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Sabtu 18 April 2026 memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pihaknya tengah merancang sejumlah terobosan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi yang mengonsumsi BBM mahal melalui optimalisasi transportasi publik.
Langkah ini menyusul kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga tiga jenis bahan bakar unggulan yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dengan selisih kenaikan yang cukup signifikan di wilayah ibu kota.
Dorong Migrasi ke Transportasi Publik
Dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Minggu 19 April 2026, Pramono Anung menjelaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan memberikan subsidi tambahan bagi pengguna BBM nonsubsidi. Alih-alih memberikan bantuan tunai atau subsidi silang, pemerintah daerah lebih memilih fokus pada perbaikan ekosistem transportasi umum agar masyarakat mau beralih secara sukarela.
"Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan terobosan agar orang yang menggunakan BBM nonsubsidi ini makin berkurang dengan cara mereka untuk mau naik transportasi umum," ujar Pramono.
Gubernur juga menegaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan wewenang mutlak pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemprov DKI berkomitmen untuk sepenuhnya mengikuti ketetapan harga baru tersebut tanpa ada intervensi anggaran daerah untuk menekan harga di tingkat pengecer.
Rincian Kenaikan Harga BBM di Jakarta
Penyesuaian harga yang mulai berlaku akhir pekan ini cukup memberikan tekanan bagi pemilik kendaraan mewah dan mesin diesel modern. Di wilayah Jakarta, harga Pertamax Turbo meroket sebesar 6.300 per liter, sehingga kini menyentuh angka 19.400 per liter.
Kenaikan yang lebih tajam terjadi pada lini bahan bakar diesel. Dexlite kini dibanderol seharga 23.600 per liter setelah mengalami kenaikan hingga 9.400. Hal serupa menimpa Pertamina Dex yang juga naik 9.400, menjadikannya bahan bakar termahal dengan harga 23.900 per liter. Meskipun demikian, pemerintah memastikan bahwa BBM jenis Pertalite yang bersifat subsidi tidak mengalami perubahan harga.
Komitmen Layanan Transportasi Terintegrasi
Untuk mendukung rencana pengalihan beban masyarakat, Pemprov DKI Jakarta diprediksi akan memperluas jangkauan layanan JakLingko serta menambah frekuensi armada TransJakarta dan MRT pada jam-jam sibuk. Pramono Anung meyakini bahwa dengan transportasi umum yang semakin nyaman dan terjangkau, masyarakat akan secara logis meninggalkan ketergantungan pada kendaraan pribadi yang konsumsi energinya kian mahal.
"Mudah-mudahan dengan terobosan ini, beban biaya hidup warga Jakarta akibat kenaikan BBM bisa lebih terkontrol melalui efisiensi transportasi," pungkasnya.
Pihak Pemprov saat ini sedang mengkaji detail teknis terkait intensif atau kemudahan tambahan bagi warga yang konsisten menggunakan angkutan umum sebagai pengganti penggunaan kendaraan pribadi yang menggunakan BBM nonsubsidi.