Dukcapil DKI Catat 7.911 Pendatang Baru PascaleBaran 2026

news.fin.co.id - 19/04/2026, 13:58 WIB

Dukcapil DKI Catat 7.911 Pendatang Baru PascaleBaran 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat sebanyak 2.216 pemudik telah kembali ke Ibu Kota melalui tujuh terminal utama hingga Minggu malam, 22 Maret 2026 pukul 23.59 WIB.

fin.co.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 7.911 pendatang baru masuk ke ibu kota hingga 19 April 2026. Pendataan ini dilakukan secara bertahap sejak 25 Maret hingga akhir April melalui kegiatan sosialisasi dan layanan jemput bola di seluruh wilayah kota administrasi, termasuk Kabupaten Kepulauan Seribu.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menjelaskan bahwa data tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

Ia menyebutkan bahwa Jakarta tetap menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah, terutama setelah Lebaran, karena perannya sebagai pusat ekonomi nasional. Berdasarkan data sementara, lebih dari 57 persen pendatang baru berada dalam rentang usia produktif, yakni 20 hingga 39 tahun.

Menurut Denny, pemerintah provinsi tidak menerapkan operasi yustisi, melainkan mengedepankan pendekatan humanis melalui koordinasi dengan aparat wilayah seperti wali kota, bupati, camat, lurah, serta pengurus RT/RW. Pendekatan tersebut juga disertai sosialisasi langsung dan layanan pendataan di lingkungan permukiman maupun loket Dukcapil.

Advertisement

Kegiatan sosialisasi lanjutan dijadwalkan berlangsung serentak pada 20 April 2026 di lima wilayah kota administrasi, antara lain di Kecamatan Kemayoran (Jakarta Pusat), Pademangan Barat (Jakarta Utara), Petukangan Utara (Jakarta Selatan), Palmerah (Jakarta Barat), dan Pondok Kelapa (Jakarta Timur).

Bagi warga yang tinggal sementara, pemerintah mengimbau untuk mendaftarkan diri sebagai penduduk nonpermanen melalui layanan Dukcapil di tingkat kecamatan atau suku dinas sesuai domisili. Alternatif lain, pendaftaran juga dapat dilakukan secara daring melalui sistem Identitas Kependudukan Digital.

Pendataan ini dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data, termasuk dalam perencanaan pembangunan sosial ekonomi, penentuan prioritas program, serta penyediaan infrastruktur seperti transportasi, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap arus urbanisasi pasca-Lebaran dapat lebih terkendali sehingga kehadiran pendatang memberikan dampak positif bagi perekonomian kota.

Masyarakat juga dapat memantau perkembangan data pendatang melalui situs resmi Dukcapil DKI Jakarta pada menu “Pendatang Pasca Lebaran”. Selain itu, pendatang baru diimbau segera mengurus administrasi kependudukan di loket layanan terdekat.

Seluruh layanan administrasi tersebut diberikan tanpa biaya. Dukcapil juga menyediakan layanan tambahan SaPa (Sabtu Pelayanan Adminduk) setiap minggu ketiga setiap bulan di seluruh titik layanan. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses kanal resmi Dukcapil atau menghubungi layanan WhatsApp “WA DJawara” maupun call center yang tersedia.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID